DATA SISWA YANG RESPON

Senin, 19 Oktober 2020

XI IPS3

Kegiatan 2
Menyajikan Hasil Teks Eksplanasi
     Selain menyajikan teks eksplanasi, kamu harus mampu mengomentari pengerjaan hasil orang lain. Dalam berkomentar bisa dibagi menjadi dua yaitu kritik atau penolakan dan dukungan atau pujian.
 

Perhatikanlah contoh di bawah ini!
1.  Nah, itulah gara-gara kebiasaan kita membuang sampah di sembarang tempat.  Selokan  meluap,  akhirnya  banjir.  Siapa  lagi  yang  menderita kalau  bukan  masyarakatnya  itu  sendiri.  Makanya,  lain  kali  kalau membuang sampah harus di tempat yang benar agar musibah itu tidak terjadi lagi.

 2.  Untungnya gempa itu tidak terjadi pada malam atau dini hari. Kalau itu yang terjadi siang hari tentu banyak korban. Syukur pula para warga tidak panik sehingga mereka dapat menyelamatkan diri tanpa ada yang terluka.  Kejadian  itu  harus  menjadi  pelajaran  bagi  kita  tentang  cara menghadapi musibah, khususnya gempa.
 

Contoh  di  atas  merupakan  bentuk  komentar  terhadap  isi  suatu teks   eksplanasi  tentang  berlangsungnya  atau  terjadinya  suatu  kejadian. Berdasarkan contoh itu, komentar dalam eksplanasi didefnisikan sebagai ulasan,  tanggapan,  atau  sambutan  (respons)  terhadap  sesuatu  yang
didengar atau dibaca. Dari contoh itu pula, komentar dapat dikelompokkan ke dalam jenis berikut.
1.  Kritik atau penolakan, contohnya pernyataan (1),
2.  Dukungan atau pujian, contohnya pernyataan (2).
 

Tugas
       Pada tugas kedua ini, bandingkan teks yang sudah kamu buat dengan milik  teman-teman  yang  lain.  Perbaiki  lagi  apabila  masih  dirasa  perlu. Setelah itu, sajikan teks tersebut dengan cara memeragakannya di depan kelas. Untuk memeragakannya, mintalah bantuan salah seorang temanmu.
Manakah komentar yang sesuai yang langsung berkaitan dengan teks berjudul “Gempa Aceh” di bawah ini!
 

1.  Pemerintah  seharusnya  segera  mengatasi  keterlambatan  bantuan  itu, misalnya dengan mengerahkan helikopter agar bantuan itu bisa segera sampai kepada para warga.
2.  Di Aceh, ketika bencana tsunami itu melanda waga di sana, bantuan datang terlambat sehingga para korban kian bertambah.
3.  Bencana  alam  semacam  gempa  memang  sering  disertai  dengan kerusakan  prasarana  jalan  sehingga  bantuan  yang  diberikan  pun menjadi  susah  masuk.  Oleh  karena  itu,  kita  harus  memaklumi keterlambatan bantuan itu.
4.  Datangnya  bantuan  tidak  sekadar  berharap  kepada  pemerintah. Masyarakat   di  sekitarnya  pun  yang  tidak  terkena  bencana  harusnya cepat tanggap. Begitu pun dengan warga lainnya di seluruh Indonesia, harus  memberikan  bantuan  agar  penderitaan  mereka  dapat  cepat berakhir.

5.  Sekarang musibah terjadi di mana-mana, tidak kenal waktu dan tempat. Keadaan demikian harus kita antisipasi sejak dini agar tidak memakan korban yang begitu banyak. 


 

 https://forms.gle/TMkYwD22xsqxrdNo6

 

Sabtu, 17 Oktober 2020

XI IPS2

 Bab II

Mempelajari 

Teks Eksplanasi

 

      Pada pelajaran sebelumnya, kamu sudah belajar tentang prosedur. Ternyata mudah bukan mempelajari teks prosedur itu? Saat ini kamu akan belajar teks eksplanasi. Pernahkah kamu mendengar istilah eksplanasi? Teks eksplanasi merupakan sebuah karangan yang berisi penjelasan-penjelasan lengkap mengenai suatu topik yang berhubungan dengan berbagai fenomena, baik fenomena alam maupun sosial yang terjadi di kehidupan sehari-hari. Teks ini bertujuan untuk memberikan informasi sejelas-jelasnya kepada pembaca agar paham atau mengerti tentang suatu fenomena yang terjadi.  

    Untuk membekali kemampuanmu, pada bab ini kamu akan belajar: 

1. mengidentifikasi informasi dalam teks eksplanasi; 

2. mengonstruksi informasi dalam teks eksplanasi; 

3. menganalisis struktur dan kebahasaan teks eksplanasi; dan

4. mengembangkan teks eksplanasi dengan memperhatikan struktur dan kebahasaan. 

Untuk membantu kamu dalam mempelajari dan mengembangkan teks eksplanasi, pelajari peta konsep di bawah ini dengan saksama!

 

A. Mengidentifikasi Informasi dalam Teks Eksplanasi

Setelah mempelajari materi ini, kamu diharapkan mampu: 

1. memahami informasi berupa pengetahuan dan urutan kejadian dari yang didengar atau dibaca; 

2. menemukan gagasan umum dan fakta penting dalam teks eksplanasi.

      Pernahkah kamu mendengar atau membaca informasi mengenai fenomena atau peristiwa yang terjadi di lingkunganmu? Fenomena atau peristiwa tersebut, seperti hujan deras, gempa bumi, angin puting beliung, dan yang lainnya. Selain itu, kita sering pula mendengar peristiwa-peristiwa yang terkait dengan masalah sosial dan budaya, misalnya seorang siswa MA yang berhasil menjuarai lomba penelitian remaja, lomba salah satu jenis olahraga, atau siswa SMK yang berhasil menciptakan alat pendeteksi gempa bumi. Mungkin juga, kamu membaca peristiwa politik dan ekonomi, misalnya tentang pemilihan kepala daerah yang dilakukan secara serentak atau tentang investasi asing yang mulai merambah ke daerah-daerah. Informasi tentang peristiwa atau fenomena tersebut disajikan dalam jenis teks eksplanasi.

Kegiatan 1

Memahami Informasi dalam Teks Eksplanasi

     Teks eksplanasi dapat disamakan dengan teks yang menceritakan prosedur atau proses terjadinya fenomena. Dengan teks tersebut, pembaca dapat memperoleh pemahaman mengenai latar belakang terjadinya fenomena secara jelas dan logis. Teks eksplanasi menggunakan banyak fakta dan pernyataan-pernyataan yang memiliki hubungan sebab akibat (kausalitas). Namun, sebab-sebab ataupun akibat-akibat itu berupa sekumpulan fakta menurut penulisnya. 

Perhatikan contoh teks berikut ini! 

Demonstrasi Massa


     Akhir-akhir ini demonstrasi kerap terjadi hampir setiap waktu dan terjadi di berbagai tempat. Bahkan, demonstrasi sudah menjadi fenomena yang lumrah di tengah-tengah masyarakat kita. Menanggapi fenomena tersebut, seorang kepala daerah menyatakan bahwa penyebab demonstrasi dan anarkisme tidak lain adalah faktor laparnya masyarakat. Lantas ia mencontohkan rakyat Malaysia dan Brunei yang adem ayem, lantaran kesejahteraan mereka terpenuhi maka demonstrasi di negara-negara itu jarang terjadi.  

     Tentu saja komentar tersebut menyulut reaksi para mahasiswa. Mereka memprotes dan meminta sang bupati mencabut kembali pernyataannya. Para mahasiswa tidak terima dan tidak merasa memiliki motif serendah itu. Mereka berpendirian bahwa demonstrasi yang biasa mereka lakukan murni untuk memperjuangkan kebenaran dan melawan kemungkaran yang terjadi di hadapannya. 

     Persoalannya kemudian, pendapat manakah yang benar; sang bupati atau pihak mahasiswa ataupun komponen-komponen masyarakat lainnya? Barangkali logika sang bupati dikaitkan dengan kebiasaan bayi atau anak kecil yang memang begitu adanya. Kalau seorang bayi merasa lapar, ia akan ngamuk: menangis dan meronta-ronta. Namun, apabila logika sang bupati dibawa pada konteks yang lebih luas, jelaslah tidak relevan, misalnya membandingkan dengan kondisi rakyat di Malaysia ataupun Brunei yang adem-ayem, tidak seperti halnya rakyat Indonesia yang gampangan.

   Demonstrasi massa tidak selalu disebabkan oleh urusan perut, bahkan banyak peristiwa yang sama sekali tidak didasari oleh motif itu. Dalam kaitannya dengan kebutuhan manusia, Abraham Maslow membaginya ke dalam beberapa tingkatan. Kebutuhan yang paling mendasar adalah makan dan minum. Sementara itu, yang paling puncak adalah kebutuhan akan aktualisasi diri. 

   Namun demikian, pada umumnya demonstrasi massa justru lebih didasari oleh kebutuhan tingkatan akhir itu. Masyarakat berdemonstrasi karena membutuhkan pengakuan dari pemerintah ataupun pihak-pihak lain agar hak-hak dan eksistensi mereka diakui. Karena merasa dibiarkan, hak-haknya diingkari, bahkan dinistakan, kemudian mereka berusaha untuk menunjukkan jati dirinya dengan cara berdemonstrasi. 

    Banyak fakta dapat membuktikannya. Demonstrasi massa pada awal-awal reformasi di negeri ini pada tahun 1997–1998, bukan dilakukan oleh rakyat miskin ataupun orang-orang lapar. Justru hal itu dilakukan oleh warga dari kalangan menengah ke atas, dalam hal ini adalah mahasiswa dan golongan intelektual. Belum lagi kalau merujuk pada kasus-kasus yang terjadi di luar negeri. Dalam beragam skala (besar atau kecil), demonstrasi bukan hal aneh lagi bagi negara-negara Eropa. Demonstrasi yang mereka lakukan sudah tentu tidak didorong oleh kondisi perut yang lapar karena mereka pada umumnya dalam kondisi yang sangat makmur. 

    Perbandingan yang cukup kontras dengan melihat peristiwa terbaru di Korea Utara. Kondisi sosial ekonomi warga negaranya sangat jauh terbelakang. Kemiskinan menjadi pemandangan umum hampir melanda di seluruh pelosok negeri. Akan tetapi, ketika Kim Jong-Il, pimpinannya itu meninggal, tak ada upaya penggulingan kekuasaan ataupun demonstrasi untuk menuntut perubahan politik di negerinya. Padahal peluang untuk itu lebih terbuka. Justru yang terjadi kemudian hampir seluruh warganya menunduk hidmat, mengantar jenazah pimpinannya ke liang lahat.

    Demikian pula jika kita melihat kembali kondisi masyarakat di negara tersebut. Kemiskinan sangat akrab di pinggiran kota dan di sudut-sudut desa di berbagai pelosok. Akan tetapi, mereka jarang melakukan demonstrasi: hanya satu-dua peristiwa. Justru yang jauh lebih getol melakukan hal itu adalah warga yang tinggal pusat-pusat kota, yang secara umum mereka lebih makmur.

   Dengan fakta semacam itu, nyatalah bahwa kemiskinan bukanlah penyebab utama untuk terjadinya gelombang demonstrasi. Akan tetapi, fenomena tersebut lebih disebabkan oleh kemampuan berpikir kritis dari warga masyarakat. Mereka tahu akan hak-haknya, mengerti pula bahwa di sekitarnya telah terjadi pelanggaran dan kesewenang-wenangan. Mereka kemudian melakukan protes dan menyampaikan sejumlah tuntutan. Apabila faktor-faktor itu tidak ada di dalam diri mereka, apa pun yang terjadi di sekitarnya, mereka akan seperti kerbau dicocok hidung: manggut-manggut dan berkata “ya” pada apa pun tindakan dari pimpinannya meskipun menyimpang, dan bahkan menzalimi mereka sendiri.

(Sumber: Kosasih)

    Teks di atas terdiri atas paragraf-paragraf yang merupakan paparan tentang akibat dan sebab maraknya demonstrasi di tengah-tengah masyarakat. Teks itu pun dapat dikelompokkan sebagai teks eksplanasi. Dari teks semacam itu diharapkan para pembaca dapat memahami proses berlangsungnya suatu peristiwa yang bersifat kausalitas dengan sejelas-jelasnya.

    Dalam teks eksplanasi, penulis menggunakan banyak fakta yang fungsinya sebagai penyebab atau akibat terjadinya suatu peristiwa. Bahkan, dapat dikatakan bahwa teks eksplanasi hampir semuanya berupa fakta. Untuk lebih jelasnya, perhatikan kembali paragraf keenam dan ketujuh di atas. Paragraf tersebut dibentuk oleh empat buah kalimat yang semuanya berupa fakta.

 

 

 

 

Perhatikan pula contoh lainnya di bawah ini!

   Kalau memang sudah terkena anemia, jenis-jenis asupan alamiah seperti dari makanan, sudah tak praktis lagi. Ini disebabkan, makanan berzat besi perlu dikonsumsi dalam jumlah yang banyak dan itu tak memungkinkan. Makanya, asupan zat besi perlu ditambahkan sampai anemianya terkoreksi. Biasanya, mereka merasa sehat kembali setelah satu atau dua hari berikutnya jika mengonsumsi asupan zat besi. Namun, itu menghilangkan gejalanya saja. Padahal, penyakitnya masih ada sewaktu-waktu bisa muncul kembali. Oleh karena itu, agar anemia terkoreksi, dibutuhkan zat besi yang cukup sebagai cadangan di dalam tubuh. Cadangan zat besi itu berguna untuk mengganti sel darah merah yang hilang. Biasanya, asupan itu terus dikonsumsi selama satu–tiga bulan sampai anemianya terkoreksi betul. 

........

  Teks di atas juga tergolong ke dalam bentuk teks eksplanasi. Di dalamnya tergambar suatu paparan proses. Teks tersebut memaparkan secara kausalitas tentang proses penyembuhan penyakit anemia. Pembacanya pun memperoleh pemahaman yang sangat jelas tentang cara-cara penyembuhan penyakit itu. Dengan contoh di atas, teks yang menjelaskan suatu proses, urutan kegiatan yang bersifat kausalitas, dapat digolongkan ke dalam teks eksplanasi. 

Tugas

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini! 

a. Apa yang menjadi dasar jika teks tersebut dinamakan teks eksplanasi?

b. Bagaimana ciri umum dari teks eksplanasi? 

c. Teks eksplanasi dibentuk oleh unsur apa saja?  

d. Apa yang dimaksud dengan hubungan kausalitas dalam teks eksplanasi?

e. Apa fungsi fakta dalam teks eksplanasi?

XI IPS2

https://forms.gle/RnkEo3K2U3EXd9Ps7

Latihan Soal KELAS XI

  Jawablah pertanyaan di bawah ini.  1. Pada teks di atas terdapat beberapa kosakata yang perlu dipahami artinya.  Temukan arti kosakata ber...