Paragraf
Deduktif adalah Paragraf yang
dimulai dengan mengemukakan persoalan pokok atau kalimat topik kemudian diikuti
dengan kalimat-kalimat penjelas.
2.Paragraf Induktif
Paragraf Induktif adalah Paragraf yang dimulai dengan mengemukakan penjelasan-penjelasan
kemudian diakhiri dengan kalimat topik.
Contoh:
Sepanjang hari hujan turun
dengan lebatnya. Air sungai mulai meluap. Di mana-mana terjadi banjir bahkan
banyak pohon yang roboh dan tumbang. Rupanya musim hujan sudah mulai tiba.
3.Paragraf Campuran
Paragraf
Campuran adalah Paragraf yang
dimulai dengan mengemukakan persoalan pokok atau kalimat topik kemudian diikuti
kalimat-kalimat penjelas dan diakhiri dengan kalimat topik.Kalimat
topik yang ada pada akhir paragraf merupakan penegasan dari awal paragraf.
Contoh:
Buku merupakan sarana utama
dalam mencari ilmu. Dengan buku orang bisa mengetahui ilmu dari berbagai
belahan dunia. Dari buku pula kita bisa mendapat hiburan dan menambah
pengalaman. Jelaslah bahwa buku sangat berpengaruh dalam kehidupan manusia.
4.Paragraf Deskriptif/Naratif/Menyebar
Paragraf Deskriptif/Naratif/Menyebar
adalah Paragraf yang tidak
memiliki kalimat utama. Pikiran utamanya menyebar pada seluruh paragraf atau
tersirat pada kalimat-kalimat penjelas.
Contoh:
Matahari belum tinggi benar.
Embun masih tampak berkilauan. Warna bunga menjadi sangat indah diterpa sinar
matahari. Tampak kupu-kupu dengan berbagai warna terbang dari bunga yang satu
ke bunga yang lain. Angin pun semilir terasa menyejukkan hati.
Berbicara merupakan kepandaian manusia untuk mengeluarkan suara dan menyampaikan pendapat dari pikirannya.
Berbicara dapat merujuk ke:
Pidato
Pembicaraan
umum, proses berbicara pada sekelompok orang
Gaya
pengucapan, bagaimana bagian tubuh yang terlibat dalam menghasilkan
suara berjalan
Peniruan berbicara, peniruan pembicaraan manusia oleh hewan
berbicara terlatih
Bahasa hewan,
suara seperti nyanyian burung yang kadang-kadang disebut "berbicara"
Perpaduan
berbicara, produksi buatan atas pembicaraan manusia
Bahasa Indonesia Kelas XI
Menjelaskan secara Lisan Uraian Topik Tertentu dari Hasil Membaca (Artikel atau Buku)
A. Pahami artikel berikut. Catatlah pokok-pokok isi artikel yang berjudul ” Rimba Gambut Menanti Ajal”!
Rimba Gambut Menanti Ajal Hutan gambut Sumatra terkikis hutan tanaman industri. Ini bisa menjadi awal datangnya petaka banjir asap dan kekurangan air. Kecemasan itu pelan-pelan merasuki perkampungan Suku Akit di pedalaman hutan Semenanjung Kampar, Riau. Aroma kekhawatiran seperti meletup dari gubuk-gubuk buruk di tengah hutan. Lelaki-lelaki perkasa dari suku itu kini sering pulang berburu dengan wajah getir. Tangan mereka kosong. Tak ada tangkapan, tiada pula madu hutan. Hutan yang didiami Ajib dan tetangga-tetangganya beberapa tahun ini telah berubah. Ajib bercerita, sudah beberapa tahun ini, ”kampungnya” alias hutan gambut itu digangsir. Banyak yang datang dengan membawa mesin-mesin gergaji. Lalu pelan-pelan kicau burung pun tergantikan deru gergaji mesin. Raungan gergaji itu juga mengganggu lebah-lebah madu sialang. Itulah yang membuat kehidupan 380 keluarga suku Akit kian pahit. Itu baru sebagian ancaman. Ancaman lainnya adalah ”kampung” Ajib itu mulai dikeruk tanahnya dan dibangun parit-parit besar agar air di tanah gambut mengering. Gambut memang tanah yang penuh tumpukan ranting yang tak terurai sempurna selama puluhan tahun sehingga strukturnya seperti spons atau busa yang mengandung banyak air. Dengan parit, air di tanah gambut akan mengering dan bisa disulap menjadi hutan akasia yang menjadi bahan baku pabrik kertas dan bubur kertas. Pohon ditebang, tanah dipapras, membuat ”kampung” suku Akit kian sempit. Akibatnya, sudah banyak yang mengungsi ke pedalaman Taman Nasional Bukit Tiga Puluh di Indragiri Hilir. Kampung Akit dan hutan gambut di Semenanjung Kampar adalah hutan yang kalah. Menurut data Jaringan Kerja Penyelamat Hutan Riau (Jikalahari), di hutan itu kini sedikitnya ada tujuh perusahaan besar yang tiap hari mengerahkan mesinmesin penebang. Sebagian perusahaan itu menebang pohon untuk diolah menjadi bubur kertas. Untuk memenuhi pasokan bahan bakunya, ada perusahaan yang mengubah hutan gambut alam menjadi hutan dengan tanaman yang seragam atau dikenal sebagai hutan tanaman industri (HTI). Kerusakan itu belum termasuk kerusakan yang ditimbulkan 52 persen penduduk sekitar hutan yang ikut-ikutan menebangi hutan. 3 Teks Mendengarkan (halaman 242) 28 Pelajaran II Frasa dan Klausa Tergerusnya hutan gambut ini membuat waswas para pencinta lingkungan. Menurut data World Wild Fund (WWF) Indonesia, luas hutan dan lahan gambut di Indonesia mencapai 20 juta hektare. Empat juta hektare di antaranya ada di Riau. Salah satu hutan gambut Riau yang terkenal adalah Semenanjung Kampar, kampung Suku Akit. Pada 1990-an hutan ini tercatat sebagai salah satu yang terluas di Sumatra. Membujur di pesisir timur Riau, hutan ini pada 1997 luasnya masih sejuta hektare. Kini hutan gambut itu tinggal secuil. Disadur dari: Tempo, 16 Juli 2006
Langkah-Langkah Menyampaikan Topik Kata artikel tidak asing lagi bagi Anda. Anda dapat menemukan artikel di koran atau majalah. Artikel merupakan bentuk karangan yang membahas berbagai masalah. Masalah yang dibahas dalam artikel masalah yang aktual. Artikel menyajikan informasi bagi pembaca. Artikel berbentuk karangan deskripsi atau eksposisi. Dengan membaca artikel, Anda diharapkan mengerti masalah yang dibahas. Untuk menemukan topik artikel diperlukan langkah-langkah sebagai berikut. 1. Membaca dan memahami artikel secara utuh. 2. Mencatat pokok-pokok isi artikel. Pokok-pokok isi artikel merupakan sesuatu hal yang dibahas. 3. Mencatat topik dan pokok permasalahan yang dibahas dalam artikel. 4. Memberikan pendapat atau uraian beserta alasan terhadap topik yang ditemukan. 5. Menyampaikan secara lisan topik artikel yang dibaca dengan alasan perlunya membaca artikel tersebut. B. Anda telah mencatat pokok-pokok isi artikel ” imba ambut Menanti Ajal”. Sekarang lakukan kegiatan berikut! 1. Sampaikan isi artikel secara lisan dan ungkapkan pendapat Anda sendiri mengenai artikel tersebut! 2. Kemukakan alasan Anda dengan data pendukung! 3. Buatlah rangkuman isi artikel!
Sebermula ada saudagar di negara Ajam.Khojan Mubarok namanya,terlalu amat kaya,akan tetapi ia tiada beranak.tak seberapa lama setelah ia berdoa kepada Tuhan,maka saudagar Mubarok pun beranaklah istrinya seorang anak laki-laki yang di beri nama Khojan Maimun.
Setelah umurnya Khojkan maimun lima tahun,maka di serahkan oleh bapaknya mengaji kepada banyak guru sehingga sampai umur Khojan Maimun lima belas tahun,ia di pinangkan dengan anak saudagar yang kaya,amat elok parasnya,namanya Bibi Zainab.
Hatta beberapa lamanya khojan Maimun beristri itu,ia membeli seekor burung bayan jantan.Maka beberapa di antara itu ia juga membeli seekor tiung betina,lalu di bawanya ke rumah dan di taruhnya hampir sangkaran bayan juga
Pada suatu hari Khojan Maimun tertarik akan perniagaan di laut,lalu minta izinlah dia kepada istrinya.Sebelum dia pergi ,berpesanlah dia pada istrinya itu,jika ada barang suatu pekerjaan,mufakatlah dengan dua ekor unggas itu,hubaya-hubaya jangan tiada ,karena fitnah di dunia amat besar lagi tajam dari pada senjata.
Hatta beberapa lama di tinggal suaminya,ada anak Raja Ajam berkuda lalu melihatnya rupa Bibi Zainab yang terlalu elok.Berkencanlah mereka unyuk bertemu melalui seorang perempuan tua.maka pada suatu malam,pamitlah Bibi Zainab kepada burung tiung itu hendak menemui anak raja itu,maka bernasehatkah di tentang perbuatanya yang melanggar aturan Allah SWT.maka marahlah istri Khojan Maimun dan disentakkannya tiung itu dari sangkarnya dan dihempaskannya sampai mati.
Lalu Bibi Zainab pun pergi mendapatkan bayan yang sedang berpura2 tidur.maka bayan pun berpura2 terkejut dan mendengar kehendak hati Bibi Zainab perg mendapatkan anak raja.maka bayan pun berpikir bila ia menjawab seperti tiung maka ia juga akan binasa.Setelah ia sudah berpikir demikian itu,mak ujarnya,"Aduhai Siti yang baik paras,pergilah dengan segeranya mendapatkan anak raja itu.Apapun hamba ini haraplah tuan,jikalau jahat sekalipun pekerjaan tuan,Insya Allah di atas kepala hambalah menanggungnya.Baiklah tuan pergi,karena sudah di nanti anak raja itu.Apatah di cara oleh segala manusia di dunia ini selain martabat,kesabaran,dan kekayaan?Adapun akan hamba,tuan ini adalah seperti hikayat seekor unggas bayan yang dicabut bulunya oleh tuannya seorang istri saudagar.
Maka berkeinginanlah istri Khojan Maimun untuk mendengarkan cerita tersebut.Maka Bayanpun berceritalah kepada Bibi Zainab dengan maksud agar ia dapat memperlalaikan perempuan itu.
Hatta setiap malam,Bibi Zainab yang selalu ingin mendapatkan anak raja itu,dan setiap berpamitan dengan bayan ,maka di berilah ia cerita2 hingga sampai 24 kisah dan 24 malam burung tersebut bercerita,hingga akhirny lah Bibi Zainab pun insaf terhadap perbuatanya dan menunggu suaminya Khojan Maimum pulang dari rantauannya.
Hikayat Bayan Budiman adalah hikayatMelayu yang menyadur kisah berbingkai dari India, Sukasaptati. Penulis hikayat ini sendiri mengambil adaptasi yang berasal dari Persia. Menurut teks, terjemahan dari Persia dilakukan oleh Kadi Hassan pada 773 H (1371 M). Hikayat ini bercerita tentang seorang burung bayan yang mencoba mencegah seorang perempuan muda yang hendak menyeleweng, dengan cara mengisahkan cerita-cerita menarik.
Unsur intrinsik hikayat bayan budiman
Tema : kesetiaan seorang istri kepada suaminya yang diujiAmanat : janganlah me
nghianati suami
Latar : tempat: rumah Bibi ZenabWaktu : pada masa suatu malamSuasana: tegang
Tokoh : Bibi Zenab, Khojan Maimun, saudagar yang kayaPenokohan : Khojan Maimun : sangat mempercayai istri danTuhanBibi Zenab : memiliki sifat mudah te
rgiurAlur : majuSudut pandang :orang ketiga
Unsur ekstrinsik Hikayat Bayan Budiman
Budaya : berlayar dan menikahkan anak berumur 15 tahun
Religi : percaya kepada adanya dosa dan keyakinan pada Allah Swt