B. Merancang Pernyataan Umum dan Tahapan-Tahapan
Setelah mempelajari materi ini, kamu diharapkan mampu:
1. mengungkapkan pernyataan umum dan tahapan-tahapan melakukan kegiatan secara lisan dengan intonasi dan nada yang jelas;
2. menuliskan pernyataan umum dan tahapan-tahapan dalam prosedur melakukan suatu kegiatan.
Dalam setiap kegiatan tampaknya prosedur itu menjadi pengingat bagi
setiap orang untuk mematuhi tahapan agar kegiatan dapat dilaksanakan
dengan benar. Dengan mematuhi tahapan melakukan suatu kegiatan maka
kemungkinan keberhasilan melakukan kegiatan tersebut lebih besar.
Bagaimanakah bagian-bagian suatu prosedur jika dicermati berdasarkan maknanya?
Kegiatan 1
Mengungkapkan Pernyataan Umum dan Tahapan-Tahapan
Apabila kamu akan bekerja, biasanya mengikuti seleksi terlebih dahulu.
Kegiatan seleksi merupakan cara suatu perusahaan atau institusi dalam
memilih pegawai yang terbaik sesuai dengan jenis pekerjaan. Nah, jika
kamu akan bekerja, akan mengikuti tes dan wawancara. Oleh karena itu,
pahamilah kiat sukses dalam mengikuti kegiatan wawancara. Pemahaman
terhadap bacaan ini akan menjadi panduan bagimu dalam mengikuti
wawancara. Untuk lebih jelasnya, bacalah teks berikut dengan saksama!
Kiat Berwawancara Kerja
Bagi perusahaan, wawancara merupakan kesempatan untuk menggali
kualifkasi calon pegawai secara lebih mendalam, melihat kecocokannya
dengan posisi yang ditawarkan, kebutuhan dan sifat perusahaan. Wawancara
pun menjadi ajang tanya jawab antara pewawancara dengan calon.
Agar mudah dipahami oleh mitra bicara, kita harus berbicara dengan
jelas. Usahakan agar kita tidak berbicara terlalu cepat atau lambat,
atur juga suara agar jelas terdengar. Suara yang terlalu pelan membuat
kita terlihat kurang percaya diri, sementara suara yang terlalu keras
membuat kita terlihat agresif. Penggunaan bahasa yang baik juga menjadi
suatu keharusan.
Selain itu, perhatikan betul apa yang
disampaikan pewawancara agar kita dapat memberikan jawaban yang relevan.
Tidak ada salahnya menanyakan kembali atau mencoba mengulangi
pertanyaan yang diajukan untuk memastikan bahwa pemahaman kita sudah
benar. Namun, jangan melakukannya terlalu sering karena justru akan
membuat pewawancara mempertanyakan daya tangkap kita.
Bahasa tubuh pun ikut memegang peranan. Gerakan nonverbal seperti
mengangguk atau sikap tubuh yang agak condong ke depan menunjukkan bahwa
kita tertarik pada apa yang disampaikan si pewawancara. Pastikan pula
kita menjaga kontak mata dengan pewawancara karena kontak mata penting
dalam proses komunikasi, termasuk dalam wawancara kerja.
Singkatnya, akan lebih baik jika kita mampu menampilkan sikap yang
antusias secara verbal maupun nonverbal. Oleh karena itu, hindari bahasa
tubuh yang dapat diartikan negatif, seperti menggoyangkan kaki,
mengetuk-ngetuk jari, atau menghindari kontak mata. Cara berbicara yang
percaya diri namun tidak terkesan sombong dapat menarik minat
pewawancara.
Pada saat berbicara, hindari uraian yang panjang
lebar dan bertele-tele. Cobalah mengemas kalimat secara singkat dan
terfokus, tetapi tetap menarik. Kita diharapkan mampu menunjukkan bahwa
kita adalah orang yang tepat untuk posisi yang ditawarkan. Ceritakanlah
kemampuan atau pengalaman yang relevan dengan posisi tersebut. Hindari
mengkritik atasan atau rekan kerja sebelumnya karena ini menunjukkan
sikap yang tidak profesional.
Selama wawancara berlangsung,
jadilah diri sendiri. Ungkapan ini mungkin terdengar klise, namun jauh
lebih baik menjadi diri sendiri dan berbicara dengan jujur, daripada
mencoba mengatakan sesuatu yang menurut kita akan membuat pewawancara
merasa terkesan. Jangan melebih-lebihkan kualifkasi kita, apalagi
mengelabui dengan memberikan data yang tidak benar. Cepat atau lambat,
pewawancara akan menemukan bahwa data tersebut hanyalah karangan.
Tunjukkan bahwa kita mampu mengenali diri kita sendiri dengan tepat.
Pewawancara biasanya memberikan kesempatan kepada kita untuk mengajukan
pertanyaan di akhir wawancara. Gunakanlah kesempatan ini secara elegan
dengan cara menunjukkan rasa ingin tahu kita tentang lingkup dan
deskripsi tugas posisi yang dilamar, kesempatan pengembangan diri, dan
sebagainya. Ini wajar karena bersikap pasif dan menyerahkan segala
sesuatu kepada pihak perusahaan tidak akan menambah nilai kita di mata
pewawancara.
Calon yang ingin bertanya dalam porsi yang
tepat menunjukkan kesungguhan minatnya pada posisi yang ditawarkan dan
juga pada perusahaan. Di sesi ini biasanya muncul pula pembicaraan
mengenai gaji dan tunjangan. Pewawancara sangat menghargai kandidat yang
mampu menentukan nominal gaji yang ia harapkan karena dianggap dapat
melakukan penilaian atas kemampuannya dan tugas-tugas yang akan
dilakukan. Tentu saja angkanya harus logis sambil tetap membuka
kesempatan untuk negosiasi.
Dengan persiapan matang dan unjuk
diri yang baik saat wawancara, kita telah meninggalkan kesan yang layak
untuk dipertimbangkan oleh perusahaan.
(Sumber: “Unjuk Diri yang Baik dalam Wawancara Kerja” dalam Kompas dengan pengubahan)
Bacaan
di atas menjelaskan cara mengikuti wawancara kerja di suatu perusahaan.
Di dalam teks tersebut disampaikan petunjuk-petunjuk seperti berikut.
a. Berbicara harus jelas, tidak terlalu cepat, atau lambat.
b. Harus tampil percaya diri.
c. Jawaban yang disampaikan harus relevan dengan pertanyaan.
Tugas 1
Berdasarkan
penelaahanmu terhadap teks prosedur di atas, kerjakan tugas-tugas
berikut. Kamu bisa mengerjakannya pada buku kerjamu!

2. Dari isinya menjelaskan tentang apakah teks prosedur itu?
3. Berdasarkan isinya, apakah fungsi teks prosedur itu?
4. Temukan kata kerja imperatif pada teks prosedur di atas!
5. Temukan enam konjungsi pada teks prosedur di atas!
6. Temukan pernyataan persuasif pada teks prosedur di atas!
7. Berikanlah tanggapan dengan bahasamu sendiri pada teks tersebut?
8. Tuliskan kembali isi teks prosedur tersebut dengan menggunakan bahasamu sendiri secara singkat dan jelas!
XI IPA5
https://forms.gle/X1JALQJe4yvaB3xK6