DATA SISWA YANG RESPON

Selasa, 21 Juli 2020

Pengembangan
Literasi Kelas XI

        Sebelum  kamu  mulai  belajar  Bab  I,  perlu  diketahui  bahwa  pada  akhir kegiatan belajar di kelas XI, kamu harus membaca buku paling sedikit 6 judul buku. Tentu saja, buku yang dimasud bukan buku Teks Pelajaran, melainkan buku-buku pengayaan pengetahuan, pengayaan keterampilan, dan pengayaan kepribadian. Buku-buku tersebut ada yang termasuk ke dalam jenis fksi dan nonfksi.  Oleh  karena  itu,  paling  sedikit  enam  buku  yang  harus  kamu  baca itu  terdiri  atas  tiga  buku fksi  dan  tiga  buku  pengayaan  pengetahuan  atau pengayaan keterampilan.

        Selama belajar di kelas XI kamu akan melaporkan kegiatan membaca buku pada saat mempelajari bab IV dan bab VIII. Adapun kegiatan yang akan kamu lakukan pada bab IV yang berkaitan dengan membaca buku adalah sebagai berikut.

1.    Menemukan butir-butir penting dari dua buku nonfksi (buku pengayaan pengetahuan dan pengayaan keterampilan) yang dibaca.
2.    Mempertunjukkan  kesan  pribadi  terhadap  salah  satu  buku  ilmiah  yang dibaca dalam bentuk ekplanasi.
3.    Menganalisis pesan buku fksi (novel atau biograf) yang dibaca.
4.    Menyusun ulasan terhadap pesan dari buku fksi (novel atau biograf) yang dibaca.
         
       Sementara  itu,  kegiatan  yang  akan  kamu  lakukan   pada  bab  VIII   yang berkaitan dengan membaca buku adalah sebagai berikut.
1.    Menganalisis pesan dari dua buku fksi (novel dan buku kumpulan puisi) yang dibaca.
2.    Menganalisis isi buku nonfksi (buku pengayaan pengetahuan) yang dibaca.
3.    Menyusun  ulasan  dari  dua  buku fksi  (novel  dan  buku  kumpulan  puisi) yang dikaitkan dengan situasi kekinian.
4.    Menyusun ulasan dari buku nonfksi (buku pengayaan pengetahuan) yang
dihubungkan dengan kondisi kekinian.

       Untuk  keperluan  itu,  sejak  awal  kamu  harus  mempersiapkan   kegiatan membaca 6 buku. Kamu harus mempersiapkan kegiatan ini sejak sekarang. Setiap  bulan  membaca  satu  buku.  Oleh  karena  itu,  kamu  harus  menyusun projek  membaca.  Jadikanlah  kegiatan  membaca  sebagai  budaya  bagi  kamu. Biasakan membawa buku tersebut ke mana pun kamu bepergian agar jika ada
kesempatan untuk membaca, kamu dapat membacanya.

       Projek membaca ini dilaporkan secara mandiri. Untuk itu, langkah-langkah yang harus kamu lakukan adalah sebagai berikut.
1.        Carilah masing-masing tiga buku fksi (novel, biograf, dan kumpulan puisi) dan tiga buku nonfksi (buku pengayaan pengetahuan atau keterampilan) di  perpustakaan.  Buku  yang  kamu  baca  itu  bukan  buku  teks  pelajaran. Pinjamlah  buku  tersebut  kepada  petugas  untuk  kamu  baca  selama  satu minggu untuk setiap buku.
2.        Jika kamu memiliki uang, pergilah ke toko buku. Carilah buku nonfksi yang dapat kamu miliki untuk dibaca.
3.        Mulailah  mempersiapkan  kegiatan  membaca,  dengan  menyiapkan  buku tulismu untuk melaporkan kegiatan membaca minggu ini.
4.        Tuliskanlah  judul  buku,  nama  penulis,  penerbit,  tahun  terbit,  dan  kota terbit.
5.        Amatilah dafar isi buku tersebut. Bacalah sekilas dafar isinya, kemudian tuliskanlah, ada berapa bab isi buku tersebut.
6.        Sebelum membaca, berdasarkan dafar isi buku, kamu susun pertanyaan yang  mungkin  akan  kamu  dapatkan  dari  isi  buku.  Pada  buku  laporan membaca, tuliskanlah pertanyaan-pertanyaan yang ingin kamu dapatkan jawabannya dari membaca isi buku.
7.        Mulailah membaca. Apabila buku itu milikmu, pada saat kamu membaca tandailah butir-butir penting dari setiap subbab yang dibaca. Jika buku itu milik perpustakaan, setiap kamu membaca butir-butir penting, tuliskanlah pada buku laporan membaca.
8.        Setiap kamu akan mulai membaca, tuliskan terlebih dahulu hari, tanggal, dan waktu kamu membaca agar kegiatanmu terdata.
9.        Lakukanlah kegiatan membaca buku tersebut selama satu minggu.
10.    Jika kamu sudah selesai membaca buku, susunlah laporan kegiatan tersebut dalam buku rekaman tertulis kegiatan membaca. Untuk membantu kamu melaporkan kegiatan membaca.

a. Laporan Kegiatan Prabaca
Kegiatan ini disebut kegiatan prabaca. Buatlah laporan kegiatan prabaca.
Perhatikan contoh berikut ini.
 

b. Laporan Harian Kegiatan Membaca
Perhatikan contoh laporan harian kegiatan membaca berikut ini.



c. Laporan Harian Kegiatan Membaca
Jika  kamu  sudah  selesai  membaca  buku,  susunlah  laporan  kegiatan
tersebut dalam buku rekaman tertulis kegiatan membaca. Untuk membantu
kamu melaporkan kegiatan membaca, berikut ini contoh format yang dapat
kamu buat.




Catatan:
Untuk  buku  fiksi  (novel,  kumpulan  cerita  rakyat,  kumpulan  cerpen, kumpulan  puisi,  atau  drama,  dan  biografi)  kolom  komentar  terhadap isi  buku  dapat  diganti  dengan  nilai-nilai/karakter  unggul  yang  dapat diteladani. 

Isilah pertanyaan di bawah ini! https://forms.gle/rLwbT5M8cjBJd7Z76


Senin, 13 Juli 2020

Selamat Datang Siswa Kelas XI Tahun Ajaran 2020/2021

Hari ini kegiatan kita perkenalan, nama saya Pak Mukson mengajar Bahasa Indonesia Wajib di kelas XI, selanjutnya kalian bisa mengirim data di https://forms.gle/uRiNPoQmJdPH3vNW7

Selasa, 02 Juni 2020

Unsur-Unsur Drama

Unsur-Unsur Drama

Secara umum unsur-unsur drama dibedakan menjadi unsur intrinsik dan ekstrinsik drama. Berikut merupakan referensi penjelasannya secara lengkap.

Unsur Intrinsik Drama

Unsur intrinsik drama adalah unsur-unsur pembentuk drama dari dalam. Komponen-komponen yang termasuk sebagai unsur intrinsik drama antara lain adalah tema, alur, tokoh dan penokohan, latar/setting, dialog, bahasa, konflik dan amanat.
1. Tema
Tema dalam drama merupakan salah satu unsur intrinsik drama. Pengertian tema pada drama merupakan ide pokok atau gagasan utama sebuah cerita drama. Bisa dibilang bahwa tema adalah gagasan pokok dari keseluruhan isi cerita dalam drama.
2. Alur
Dalam drama juga terdapat alur cerita. Yang dimaksud alur dalam drama adalah jalan cerita dari sebuah pertunjukkan drama mulai babak pertama hingga babak terakhir. Alur disebut juga dengan istilah plot. Umumnya alur cerita dimulai dari tahapan eksposisi, komplikasi, klimaks dan resolusi.
3. Tokoh
Unsur intrinsik drama berikutnya adalah tokoh. Yang dimaksud tokoh merupakan pemeran yang ada dalam cerita. Tokoh dibedakan menjadi beberapa jenis misalnya seperti tokoh protagonis atau tokoh utama serta tokoh figuran yang menjadi peran pembantu.
Terdapat pula unsur penokohan atau perwatakan. Unsur ini dapat dilakukan dengan menyebutkan langsung di dalam cerita (analitik) maupun tidak langsung (dramatik).
4. Latar/Setting
Selanjutnya ada unsur latar atau setting. Latar terdiri dari latar tempat untuk menggambarkan lokasi drama, latar waktu untuk memberi info kapan terjadinya adegan dalam drama serta latar situasi untuk menjelaskan suasana dalam cerita di drama tersebut.
5. Dialog
Dalam drama, juga terdapat unsur dialog. Pengertian dialog merupakan serangkaian percakapan dalam cerita. Dialog bisa terdiri satu tokoh dengan tokoh yang lain, bisa juga berupa dialog sendiri atau disebut sebagai monolog, Adanya dialog memberi penjelasan terkait jalannya cerita, biasanya juga disertai gaya atau mimik wajah.
6. Bahasa
Unsur intrinsik drama selanjutnya adalah bahasa atau gaya bahasa. Bahasa merupakan kata-kata yang digunakan dalam percakapan cerita drama. Bahasa juga bisa menggambarkan watak tokoh, latar, ataupun peristiwa yang sedang terjadi.
7. Konflik
Konflik juga termasuk dalam unsur-unsur intrinsik drama. Arti konflik adalah pertentangan atau masalah yang terjadi pada suatu drama. Adanya konflik menjadi inti permasalahan yang ada dalam drama. Dalam sebuah drama bisa terjadi 1 konflik atau bahkan lebih.
8. Amanat
Yang tak kalah penting dalam unsur unsur drama adalah amanat. Yang dimaksud amanat adalah pesan yang ingin disampaikan oleh pengarang kepada penonton. Amanat drama atau pesan disampaikan melalui peran para tokoh dalam cerita drama.

Unsur Ekstrinsik Drama

Unsur ekstrinsik drama merupakan unsur-unsur pembentuk drama dari luar.
Unsur intrinsik drama adalah unsur-unsur pembentuk drama dari dalam. Komponen-komponen yang termasuk sebagai unsur ekstrinsik drama antara lain adalah :
  • Latar belakang pengarang
  • Nilai agama dan kepercayaan
  • Kondisi politik negara
  • Psikologis pengarang
  • Situasi sosial budaya
Hal-hal di atas termasuk dalam unsur ekstrinsik drama. Hal-hal tersebut menjadi faktor luar yang mempengaruhi dibuatnya suatu drama. Misalnya latar belakang pengarang, tentu berbeda-beda, sehingga menghasilkan karya drama yang berbeda-beda pula antar satu pengarang dengan pengarang lain.
Nilai-nilai lain seperti nilai agama, politik, sosial dan budaya juga turut mempengaruhi drama. Hal ini melandasi jalan cerita hingga perwatakan yang dibuat oleh pengarang. Kondisi psikologis pengarang juga turut menjadi unsur ekstrinsik drama yang cukup penting.
Nah demikian penjelasan referensi unsur-unsur drama, baik unsur intrinsik drama maupun unsur ekstrinsik drama. Ada banyak komponen-komponen pembentuk drama, baik faktor dari dalam maupn dari luar. Semoga bisa menambah wawasan dan memberi referensi.

KISI-KISI SOAL BAHASA INDONESIA kelas XI

  RINGKASAN KOMPETENSI YANG DIUJI Majas dalam puisi Unsur intrinsik dan ekstrinsik puisi Teks drama (tokoh, konflik, latar, dialog) Kar...