DATA SISWA YANG RESPON

Selasa, 17 Maret 2020

Selasa, 17 maret 2020 kelas xi ipa, ips, bhs

Tugas
Setelah mempelajari karya ilmiah, diskusikanlah dengan kelompokmu!
1.  Bacalah salah satu karya ilmiah yang anda sukai, bisa karya ilmiahnya sendiri atau orang lain.
2.  Analisislah bagian-bagian karya ilmiah tersebut.


No.      Bagian Karya Ilmiah             Tanggapan/Informasi

a.  halaman judul,                                 .................?
b. kata pengantar,                                .................?
c.  dafar isi,                                          .................?
d. pendahuluan,                                  .................?
e. pembahasan,                                   .................?
f. simpulan,                                        .................?
g. dafar pustaka.                                .................?

tugasnya difoto atau di scan dikirim di sini

Absen kelas XI IPS 4
Selasa, 17/03/2020
https://forms.gle/AKJe9XQo5WfnojbE6

Absen kelas XI BHS
Selasa, 17/03/2020
https://forms.gle/xbJgKorfnh7NwYsu7


 Absen kelas XI IPS 4
Selasa, 17/03/2020
https://forms.gle/YRgmLLdrZF1B8SpD9


KARYA ILMIAH

 KARYA ILMIAH

Pernahkah kalian membuat karya tulis ilmiah? Karya ilmiah atau tulisan ilmiah  adalah  tulisan  yang  berisi  tentang  fenomena  atau  peristiwa  yang ditulis  berdasarkan  kenyataan  (bukan fksi). Misalnya,  tulisan  tentang  ilmu pengetahuan, alam sekitar, teknologi, dan seni yang diperoleh melalui studi kepustakaan,  penelitian,  atau  pengalaman  di  lapangan,  dan  pengetahuan orang lain sebelumnya.

Untuk membekali kemampuanmu, pada bab ini kamu akan belajar:
1.  mengidentifkasi informasi, tujuan, dan esensi karya ilmiah yang dibaca;
2.  merancang informasi, tujuan, dan esensi dalam karya ilmiah;
3.  menganalisis sistematika dan kebahasaan karya ilmiah; dan
4.  mengonstruksi sebuah karya ilmiah dengan memperhatikan isi, sistematika,
dan kebahasaan.

A.Mengidentifikasi Informasi, Tujuan, dan Esensi Karya
Ilmiah yang Dibaca


Mengidentifkasi Struktur Karya Ilmiah yang Dibaca. Karya  ilmiah  dapat  ditulis  dalam  berbagai  bentuk  penyajian.  Setiap bentuk  itu  berbeda  dalam  hal  kelengkapan  strukturnya.  Secara  umum,
bentuk  penyajian  karya  ilmiah  terbagi  ke  dalam  tiga  jenis,  yaitu  bentuk populer, bentuk semiformal, dan bentuk formal.

1.  Bentuk Populer
Karya  ilmiah  bentuk  ini  sering  disebut  karya  ilmiah  populer. Bentuknya manasuka. Karya ilmiah bentuk ini bisa diungkapkan dalam bentuk karya ringkas. Ragam bahasanya bersifat santai (populer). Karya ilmiah populer umumnya dijumpai dalam media massa, seperti koran atau majalah. Istilah populer digunakan untuk menyatakan topik yang akrab, menyenangkan bagi populus (rakyat) atau disukai oleh sebagian besar  orang  karena  gayanya  yang  menarik  dan  bahasanya  mudah dipahami. Kalimat-kalimatnya sederhana, lancar, namun tidak berupa senda gurau dan tidak pula bersifat fantasi (rekaan).

2.  Bentuk Semiformal
Secara garis besar, karya ilmiah bentuk ini terdiri atas:
a.  halaman judul,
b. kata pengantar,
c.  dafar isi,
d. pendahuluan,
e. pembahasan,
f. simpulan, dan
g. dafar pustaka.

Bentuk  karya  ilmiah  semacam  itu,  umumnya  digunakan  dalam berbagai jenis laporan biasa dan makalah.

3. Bentuk Formal
Karya ilmiah bentuk formal disusun dengan memenuhi unsur-unsur kelengkapan akademis secara lengkap, seperti dalam skripsi, tesis, atau disertasi.  Unsur-unsur  karya  ilmiah  bentuk  formal, meliputi  hal-hal
sebagai berikut.
a.  Judul
b.  Tim pembimbing
c.  Kata pengantar
d.  Abstrak
e.  Dafar isi
f.  Bab Pendahuluan
g.  Bab Telaah kepustakaan/kerangka teoretis
h.  Bab Metode penelitian
i.  Bab Pembahasan hasil penelitian
j. Bab Simpulan dan rekomendasi
k.  Dafar pustaka
l. Lampiran-lampiran
m.  Riwayat hidup

Beberapa bagian penting dari struktur karya ilmiah diuraikan sebagai berikut.
1. Judul
Judul  dalam  karya  ilmiah  dirumuskan  dalam  satu  frasa  yang jelas  dan  lengkap.  Judul  mencerminkan  hubungan  antarvariabel. Istilah hubungan di sini tidak selalu mempunyai makna korelasional, kausalitas,  ataupun  determinatif.  Judul  juga  mencerminkan  dan konsistensi dengan ruang lingkup penelitian, tujuan penelitian, subjek penelitian, dan metode penelitian.

Contoh:
AKTIVITAS PERGAULAN DAN PRESTASI BELAJAR SISWA
(Studi Deskriptif tentang Kecerdasan Emosi dan Intelektual)
Siswa SMA Labschool UPI Bandung

Dari judul di atas, dapat diketahui bahwa:

a.  masalah yang diteliti  : aktivitas pergaulan dan prestasi belajar siswa
b. ruang lingkup penelitian  : kecerdasan emosi dan intelektual siswa
c.  tujuan penelitian  : mengetahui ada tidaknya hubungan antara aktivitas pergaulan dengan   prestasi belajar siswa
d. subjek penelitian  : siswa SMA Labschool UPI Bandung
e. metode penelitian  : deskriptif-komparatif

Penulisan  judul  dapat  dilakukan  dua  cara.  Pertama,  dengan menggunakan huruf kapital semua kecuali pada anak judulnya; kedua,  dengan  menggunakan  huruf  kecil  kecuali  huruf-huruf  pertamanya. Apabila  cara  yang  kedua  yang  akan  digunakan,  maka  kata-kata penggabung, seperti dengan dan tentangserta kata-kata depan seperti di,  dari, dan ke huruf  pertamanya  tidak  boleh  menggunakan  huruf kapital. Di akhir judul tidak boleh menggunakan tanda baca apa pun, termasuk titik ataupun koma.

2. Pendahuluan
Pada  karya  ilmiah  formal,  bagian  pendahuluan  mencakup latar  belakang  masalah,  identifkasi  masalah,  pembatasan  masalah, perumusan  masalah,  tujuan  penelitian,  dan  manfaat  atau  kegunaan penelitian. Selain itu, dapat pula dilengkapi dengan defnisi operasional dan sistematika penulisan.

a. Latar Belakang Masalah
Uraian  pada  latar  belakang  masalah  dimaksudkan  untuk menjelaskan  alasan  timbulnya  masalah  dan  pentingnya  untuk dibahas,  baik  itu  dari  segi  pengembangan  ilmu,  kemasyarakatan, maupun dalam kaitan dengan kehidupan pada umumnya.

b. Perumusan Masalah
Masalah adalah segala sesuatu yang dianggap perlu pemecahan oleh penulis, yang pada umumnya ditanyakan dalam bentuk pertanyaan mengapa,  bagaimana.  Berangkat  dari  pertanyaan  itulah,  penulis menganggap  perlu  untuk  melakukan  langkah-langkah  pemecahan, misalnya melalui penelitian. Masalah itu pula yang nantinya menjadi fokus pembahasan di dalam karya ilmiah tersebut.

c. Tujuan (Penulisan Karya Ilmiah)
Tujuan  merupakan  pernyataan  mengenai  fokus  pembahasan  di dalam  penulisan  karya  ilmiah  tersebut;  berdasarkan  masalah  yang telah  dirumuskan.   Dengan  demikian,  tujuan  harus  sesuai  dengan masalah pada karya ilmiah itu.

d. Manfaat
Perlu  diyakinkan  pula  kepada  pembaca  tentang  manfaat  atau kegunaan dari penulisan karya ilmiah. Misalnya untuk pengembangan suatu  bidang  ilmu  ataupun  untuk  pihak  atau  lembaga-lembaga tertentu.

3. Kerangka Teoretis
Kerangka teoretis disebut juga kajian pustaka atau teori landasan. Tercakup  pula  di  dalam  bagian  ini  adalah  kerangka  pemikiran  dan hipotesis.  Kerangka  teoretis  dimulai  dengan  mengidentifkasi  dan mengkaji berbagai teori yang relevan serta diakhiri dengan pengajuan
hipotesis. Di samping itu, dalam kerangka teoretis perlu dilakukan pengkajian terhadap  penelitian-penelitian  yang  telah  dilakukan  para  penulis terdahulu.  Langkah  ini  penting  dilakukan  guna  menambah  dan memperoleh  wawasan  ataupun  pengetahuan  baru,  yang  telah  ada sebelumnya.  Di  samping  akan  menghindari  adanya  duplikasi  yang sia-sia, langkah ini juga akan memberikan perspektif yang lebih jelas mengenai  hakikat  dan  kegunaan  penelitian  itu  dalam  perkembangan
ilmu secara keseluruhan.

4. Metodologi Penelitian
Dalam  karya  tulis  yang  merupakan  hasil  penelitian,  perlu dicantumkan  pula  bagian  yang  disebut  dengan  metode  penelitian. Metodologi  penelitian  diartikan  sebagai  prosedur  atau  tahap-tahap penelitian, mulai dari persiapan, penentuan sumber data, pengolahan,
sampai dengan pelaporannya

Setiap  penelitian  mempunyai  metode  penelitian  masing-masing, yang umumnya bergantung pada tujuan penelitian itu sendiri. Metodemetode penelitian yang dimaksud, misalnya, sebagai berikut.

a.  Metode  deskriptif,  yakni  metode  penelitian  yang  bertujuan  hanya menggambarkan  fakta-fakta  secara  apa  adanya,  tanpa  adanya perlakukan apa pun. Data yang dimaksud dapat berupa fakta yang bersifat kuantitatif (statistika) ataupun fakta kualitatif.

b. Metode  eksperimen,  yakni  metode  penelitian  bertujuan  untuk memperoleh  gambaran  atas  suatu  gejala  setelah  mendapatkan perlakuan.

c.  Metode  penelitian  kelas,  yakni  metode  penelitian  dengan  tujuan untuk  memperbaiki  persoalan-persoalan  yang  terjadi  pada  kelas tertentu, misalnya tentang motivasi belajar dan prestasi belajar siswa dalam kompetensi dasar tertentu.

5. Pembahasan
 Bagian  ini  berisi  paparan  tentang  isi  pokok  karya  ilmiah,  terkait dengan  rumusan  masalah/tujuan  penulisan  yang  dikemukakan  pada bab  pendahuluan.  Data  yang  diperoleh  melalui  hasil  pengamatan, wawancara, dan sebagainya itu dibahas dengan berbagai sudut pandang; diperkuat oleh teori-teori yang telah dikemukakan sebelumnya. Sekiranya  diperlukan,  pembahasan  dapat  dilengkapi  dengan berbagai  sarana  pembantu  seperti  tabel  dan  grafk.  Sarana-sarana pembantu tersebut diperlukan untuk menjelaskan pernyataan ataupun data. Tabel  dan  grafk merupakan cara efektif dalam menyajikan  data dan  informasi.  Sajian  data  dan  informasi  lebih  mudah  dibaca  dan disimpulkan.  Penyajian  informasi  dengan  tabel  dan  grafk  memang
lebih  sistematis  dan lebih  enak  dibaca,  mudah  dipahami,  serta  lebih menarik  daripada  penyajian secara verbal.Penulis  perlu  menggunakan  argumen-argumen  yang  telah dikemukakan  dalam  kerangka  teoretis.  Pembahasan  data  dapat diibaratkan dengan sebuah pisau daging. Apabila pisau itu tajam, baik pulalah  keratan-keratan  daging  yang  dihasilkannya.  Namun,  apabila
tumpul, keratan daging itu akan acak-acakan, penuh cacat. Demikian pula halnya dengan pembahasan data. Apabila argumen-argumen yang dikemukakan penulis lemah dan data yang digunakannya tidak lengkap, pemecahan masalahnya pun akan jauh dari yang diharapkan

6. Simpulan dan Saran
Simpulan merupakan pemaknaan kembali atau sebagai sintesis dari keseluruhan unsur penulisan karya ilmiah. Simpulan merupakan bagian dari  simpul  masalah  (pendahuluan),  kerangka  teoretis  yang  tercakup di dalamnya, hipotesis, metodologi penelitian, dan temuan penelitian. Simpulan  merupakan  kajian  terpadu  dengan  meletakkan  berbagai unsur penelitian secara menyeluruh. Oleh karena itu, perlu diuraikan kembali secara ringkas pernyataan-pernyataan pokok dari unsur-unsur di  atas  dengan  meletakkannya  dalam  kerangka  pikir  yang  mengarah kepada simpulan.
Berdasarkan pengertian di atas, seorang peneliti harus pula melihat berbagai implikasi yang ditimbulkan oleh simpulan penelitian. Implikasi tersebut  umpamanya  berupa  pengembangan  ilmu  pengetahuan, kegunaan  yang  bersifat  praktis  dalam  penyusunan  kebijakan.  Halhal  tersebut  kemudian  dituangkan  ke  dalam  bagian  yang  disebut rekomendasi atau saran-saran.

7. Dafar Pustaka
Dafar pustaka memuat semua kepustakaan yang digunakan sebagai landasan dalam karya ilmiah yang terdapat dari sumber tertulis, baik itu yang berupa buku, artikel jurnal, dokumen resmi, maupunsumbersumber  lain  dari  internet.  Semua  sumber  tertulis  atau  tercetak  yang tercantum di dalam karya ilmiah harus dicantumkan di dalam dafar pustaka. Sebaliknya, sumber-sumber yang pernah dibaca oleh penulis, tetapi tidak digunakan di dalam penulisan karya ilmiah itu, tidak boleh
dicantumkan di dalam dafar pustaka. Cara  menulis  dafar  pustaka  berurutan  secara  alfabetis,  tanpa
menggunakan nomor urut. Sumber tertulis/tercetak yang memerlukan banyak  tempat  lebih  dari  satu  baris  ditulis  dengan  jarak  satu  spasi, sedangkan jarak antara sumber yang satu dengan yang lainnya adalah dua spasi. Susunan penulisan dafar pustaka: nama yang disusun di balik; tahun
terbit; judul pustaka; kota terbit; dan penerbit

Sabtu, 29 November 2014

Pengertian Teks Anekdot (Anecdote Text)

Anekdot adalah sebuah teks yang berisi pengalaman seseorang yang tidak biasa. Pengalaman yang tidak biasa tersebut disampaikan kepada orang lain dengan tujuan untuk menghibur si pembaca. Teks anekdot pada umumnya terdiri dari 5 bagian. 5 bagian itu antara lain abstract, orientation, crisis, reaction, dan coda. 

Abstrak adalah bagian di awal paragraf yang berfungsi memberi gambaran tentang isi teks. Biasanya bagian ini menunjukkan hal unik yang akan ada di dalam teks. 

Orientasi adalah bagian yang menunjukkan awal kejadian cerita atau latar belakang bagaimana peristiwa terjadi. Biasanya penulis bercerita dengan detil di bagian ini. 

Krisis adalah bagian dimana terjadi hal atau masalah yang unik atau tidak biasa yang terjadi pada si penulis atau orang yang diceritakan.

Reaksi adalah bagian bagaimana cara penulis atau orang yang ditulis menyelesaikan masalah yang timbul di bagian crisis tadi. 

Coda merupakan bagian akhir dari cerita unik tersebut. Bisa juga dengan memberi kesimpulan tentang kejadian yang dialami penulis atau orang yang ditulis. 


Contoh Anekdot

“Rokok”
            Dipagi hari, Andi berjalan menuju halte, dimana orang-orang ingin menunggu bus untuk pergi ke tempat kerjanya. Setelah sampai di halte, dia bertanya kepada seorang buruh pabrik yang sedang menunggu bus Kopaja sambil merokok. Lalu Andi memulai percakapan, “haduh, tebal dan jorok sekali asap bus mayasari bakti.” Lalu buruh pabrik itu merespon pernyataan Andi, “Iya nih.. Asap kopaja juga tebal.” Lalu Andi membalas, “Bagaimana tanggapan anda jika melihat orang yang menyebabkan polusi lebih dari asap bus itu?” Buruh pabrik itu menjawab, “hajar aja tuh orang.” Lalu Andi menghajar Buruh pabrik itu. Setelah mengahajar orang tersebut, Andi memberikan brosur  kepada buruh itu.
            Lalu Andi berjalan tidak jauh dari halte itu, dan menemukan seorang karyawan swasta yang sedang merokok dan sedang menunggu bus juga. Maka Andi memulai percakapan dengan orang tersebut, “haduh, tebal sekali asap kendaraan di Jakarta ini, padahal kendaraan di Jakarta sudah diwajibkan melakukan uji emisi.” Lalu karyawan swasta tersebut merespon, “Iya nih.. Pantas saja terjadi Global Warming.” Andi pun bertanya kembali pada orang tersebut, “Bagaimana respon anda terhadap orang yang menyebabkan polusi lebih dari asap kendaraan?” Sang karyawan swasta pun menjawab, “Kalo penyebabnya itu pabrik, baker aja. Kalau penyebabnya manusia, tamper aja biar dia sadar.” Lalu Andi menampari orang tersebut, dan memberi brosur kepada orang tersebut.
Rupanya brosur itu berisi:
“ASAP ROKOK MENGANDUNG POLUTAN 10 KALI DARI MESIN DIESEL”

Menurut Riset Institute Kanker Nasional Italia
http://materi1sma.blogspot.com/2013/08/pengertian-dan-ciri-teks-anekdot.html#ixzz3KOrHlPve

Rabu, 30 Januari 2013

BAND ISLAMI PORSENI MA SE-JOMBANG


BAND ISLAMI PORSENI MA SE-JOMBANG
TATA ATURAN POSENI BIDANG SENI BAND ISLAMI
1.    Ketentuan Umum
Festival band islami pelajar merupakan ajang uji kreativitas bakat dan minat pelajar dalam bidang music band islami yang menjunjung bahasa dan seni.terutama seni islami di Madrasah.
2.    Kepesertaan

a.    Perlombaan ini diikuti oleh pelajar MA se-Jombang
b.    Satu kelompok beranggotakan maksimal 8 orang.
c.    Kelompok merupakan delegasi sekolah atau komunitas band satu sekolah yang ditunjuk oleh sekolah masing-masing.
d.    Satu sekolah mengirimkan satu kelompok band.islami

3.    Kriteria Lagu
Sekolah hanya diperbolehkan mengirimkan 1 grup band islami dan setiap peserta membawakan :
a.    lagu wajib
1.  Mari Sholawat hits Wali Band
2.  Beribadah Yok hits GIGI.
b.    lagi pilihannya
1.  Andai Ku Tahu (Ungu),
2.  Memujamu (ST12),
3.  Perdamaian (GIGI),
4.  Ramadhan Yang Indah (Seventeen),
5.  Tomat (Wali),
6.  Syukur (Radja),
7.  Dengan Nafasmu (Ungu)
.4Unsur Penilaian
Unsur penilaian Festival Band terdiri dari :
a.    Keserasian syair dan musik.
b.    Intonasi
c.    Style / Penampilan
d.    Performance
e.    Penghayatan
f.     Ketepatan Waktu

5.    Tahapan Festival Band Islami
Festival Band Islami terdiri dari dua tahapan lomba, yaitu :
a.  Peralatan
Ø  Peralatan lomba berasal dari panitia dan peserta.
Ø  Peserta boleh dan bebas membawa peralatan sendiri.
Ø  Panitia hanya menyediakan percussion (drum), 1 bass Guitar, 1 Guitar Melodi, 1 Guitar Rhythm dan 2 efek.
Ø  Selain peralatan yang disediakan panitia diatas, alat bantu pementasan lain disediakan peserta.
Ø  Apabila terjadi kerusakan(berat) pada alat band setelah pementasan grup band tertentu, yang terjadi secara sengaja/tidak sengaja adalah menjadi tanggung jawab grup atau peserta tersebut.

6.    Teknis Lomba

a.    Peserta tampil berdasarkan nomor urut yang telah diperoleh saat technical meeting.
b.    Panitia akan memanggil peserta dengan menyebutkan nomor urut tampil, nama grup band dan asal sekolah.
c.    Peserta yang telah dipanggil namun belum ada, maka kesempatan tampil diberikan kepada kelompok urut berikutnya.
d.    Apabila pada pemanggilan yang kedua peserta belum ada, maka giliran tampil akan diakhirkan.
e.    Apabila pada pemanggilan terakhir namun tetap belum ada, maka peserta sudah dianggap gugur.
f.     Penampilan pakaian saat lomba menunjukkan tatakrama umum seorang pelajar (terutama SEKOLAH MADRASAH), sopan, rapi, tidak beranting atau bertindik, tidak di cat dan tidak menggunakan assesoris berlebihan.
g.    Peserta tidak dalam keadaaan mabuk, merokok ataupun memakai drugs.
h.    Peserta yang membuat kericuhan saat pelaksanaan lomba akan didiskualifikasi.

7.    Teknis Waktu

1.    Persiapan, check sound, dan durasi setiap penampilan, diberikan waktu selama maksimal 12 menit.
2.    Peserta yang melanggar aturan waktu sebagaimana disebutkan diatas akan ada pengurangan nilai dari juri.

8.    Dewan Juri

1.    Dewan Juri berasal dari :
a.    Praktisi musik Radio
b.    Guru seni musik atau bahasa (Dian,S.Pd dari Institut Seni Indonesia)
c.    Personil Grup Band yang telah berpengalaman

9.    Waktu dan Tempat Pelaksanaan Lomba
Kegiatan Festival Band pelaksanaannya diatur sebagai berikut :
1.    Technical meeting untuk Audisi :
Hari / Tanggal                       :…………………2013
Waktu                                     : 09.00WIB s/d selesai
Tempat                                   : MAN Jombang
Jl. Dr. Wahidin Sudiro Husodo No.2 Jombang
2.    Pelaksanaan
Hari / Tanggal                       : …………………2013
Waktu                                     : 10.00 WIB s/d selesai
Tempat                                   : MAN Jombang
Jl. Dr. Wahidin Sudiro Husodo No.2 Jombang
10. Syarat dan Ketentuan Pendaftaran

1.    Lombal Band Islami terbuka untuk pelajar MA se-Jombang
2.    Mengisi formulir pendaftaran yang disediakan panitia dengan melampirkan Kartu Tanda Pelajar atau Kartu Tanda Pelajar.
3.    Membayar biaya pendaftaran sebesar Rp……………
4.    Peserta yang telah mendaftar namun mengundurkan diri karena sesuatu hal, uang pendaftaran tidak akan kembali sepenuhnya.

11. Waktu dan Tempat Pendaftaran
Ø  Pendaftaran buka tanggal……………..dan ditutup tanggal ……………..2013
Ø  Pendaftaran dilaksanakan dengan cara melakukan pendaftaran langsung ke secretariat PORSENI MA SE-JOMBANG, Jl. ………………………..Jombang
12. Pemenang Lombang
Lomba Band Islami menentukan 3 kategori Juara yaitu sebagai berikut:
a.    Juara 1 kategori pelajar yang berhak menerima Piala., uang pembinaan, dan sponsorship.
b.    Juara 2 kategori pelajar yang berhak menerima Piala, uang pembinaan, dan sponsorship
c.    …………










                                                                                                Jombang, 30-1-2013


                                                                                                Mukson, S.Pd

Selasa, 04 Desember 2012

Pengertian Resensi


Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Resensi adalah pertimbangan atau pembicaraan tentang buku; ulasan buku (majalah itu memuat), (buku-buku yang baru terbit).

Secara etimologi, "Resensi" berasal dari bahasa Latin, dari kata kerja “revidere” atau “recensere” yang memilik arti melihat kembali, menimbang atau menilai, mengulas sebuah buku.

Berikut ini Definisi, Arti dan Pengertian Resensi Menurut Beberapa Para Ahli
WJS. Poerwadarminta (dalam Romli, 2003:75) mengemukakan bahwa resensi secara bahasa sebagai pertimbangan atau perbincangan tentang sebuah buku yang menilai kelebihan atau kekurangan buku tersebut, menarik-tidaknya tema dan isi buku, kritikan, dan memberi dorongan kepada khalayak tentang perlu tidaknya buku tersebut dibaca dan dimiliki atau dibeli. Perbincangan buku tersebut dimuat di surat kabar atau majalah.

Resensi menurut Panuti Sudjiman (1984) adalah hasil pembahasan dan penilaian yang pendek tentang suatu karya tulis. Konteks ini memberi arti penilaian, mengungkap secara sekilas, membahas, atau mengkritik buku.

Saryono (1997:56) menjelaskan Pengertian Resensi sebagai sebuah tulisan berupa esai dan bukan merupakan bagian suatu ulasan yang lebih besar mengenai sebuah buku. Isinya adalah laporan, ulasan, dan pertimbangan baik-buruknya, kuat-lemahnya, bermanfaat-tidaknya , benar-salahnya, argumentatif- tidaknya buku tersebut. Tulisan tersebut didukung dengan ilustrasi buku yang diresensi, baik berupa foto buku atau foto copi sampul buku.

Selasa, 04 September 2012

MACAM-MACAM PARAGRAF BERDASARKAN LETAK KALIMAT UTAMANYA | JENIS-JENIS PARAGRAF

1.   Paragraf deduktif
Paragraf Deduktif adalah Paragraf yang dimulai dengan mengemukakan persoalan pokok atau kalimat topik kemudian diikuti dengan kalimat-kalimat penjelas.
2.  Paragraf Induktif
Paragraf Induktif adalah Paragraf yang dimulai dengan mengemukakan penjelasan-penjelasan kemudian diakhiri dengan kalimat topik.
Contoh: Sepanjang hari hujan turun dengan lebatnya. Air sungai mulai meluap. Di mana-mana terjadi banjir bahkan banyak pohon yang roboh dan tumbang. Rupanya musim hujan sudah mulai tiba.
3.    Paragraf Campuran
Paragraf Campuran adalah Paragraf yang dimulai dengan mengemukakan persoalan pokok atau kalimat topik kemudian diikuti kalimat-kalimat penjelas dan diakhiri dengan kalimat topik. Kalimat topik yang ada pada akhir paragraf merupakan penegasan dari awal paragraf.
Contoh: Buku merupakan sarana utama dalam mencari ilmu. Dengan buku orang bisa mengetahui ilmu dari berbagai belahan dunia. Dari buku pula kita bisa mendapat hiburan dan menambah pengalaman. Jelaslah bahwa buku sangat berpengaruh dalam kehidupan manusia.
4.     Paragraf Deskriptif/Naratif/Menyebar
Paragraf Deskriptif/Naratif/Menyebar adalah Paragraf yang tidak memiliki kalimat utama. Pikiran utamanya menyebar pada seluruh paragraf atau tersirat pada kalimat-kalimat penjelas.
Contoh: Matahari belum tinggi benar. Embun masih tampak berkilauan. Warna bunga menjadi sangat indah diterpa sinar matahari. Tampak kupu-kupu dengan berbagai warna terbang dari bunga yang satu ke bunga yang lain. Angin pun semilir terasa menyejukkan hati.

Minggu, 12 Agustus 2012

Menjelaskan secara Lisan Uraian Topik Tertentu dari Hasil Membaca (Artikel atau Buku)

Berbicara merupakan kepandaian manusia untuk mengeluarkan suara dan menyampaikan pendapat dari pikirannya.
Berbicara dapat merujuk ke:
  • Pidato
  • Pembicaraan umum, proses berbicara pada sekelompok orang
  • Gaya pengucapan, bagaimana bagian tubuh yang terlibat dalam menghasilkan suara berjalan
  • Peniruan berbicara, peniruan pembicaraan manusia oleh hewan berbicara terlatih
  • Bahasa hewan, suara seperti nyanyian burung yang kadang-kadang disebut "berbicara"
  • Perpaduan berbicara, produksi buatan atas pembicaraan manusia
 Bahasa Indonesia Kelas XI
Menjelaskan secara Lisan Uraian Topik Tertentu dari Hasil Membaca (Artikel atau Buku)

A. Pahami artikel berikut. Catatlah pokok-pokok isi artikel yang berjudul ” Rimba
Gambut Menanti Ajal”!

Rimba Gambut Menanti Ajal
Hutan gambut Sumatra terkikis hutan tanaman
industri. Ini bisa menjadi awal datangnya petaka banjir
asap dan kekurangan air. Kecemasan itu pelan-pelan
merasuki perkampungan Suku Akit di pedalaman
hutan Semenanjung Kampar, Riau. Aroma kekhawatiran
seperti meletup dari gubuk-gubuk buruk
di tengah hutan. Lelaki-lelaki perkasa dari suku itu
kini sering pulang berburu dengan wajah getir.
Tangan mereka kosong. Tak ada tangkapan, tiada
pula madu hutan.
Hutan yang didiami Ajib dan tetangga-tetangganya
beberapa tahun ini telah berubah. Ajib bercerita,
sudah beberapa tahun ini, ”kampungnya” alias hutan
gambut itu digangsir. Banyak yang datang dengan
membawa mesin-mesin gergaji. Lalu pelan-pelan
kicau burung pun tergantikan deru gergaji mesin.
Raungan gergaji itu juga mengganggu lebah-lebah
madu sialang. Itulah yang membuat kehidupan 380
keluarga suku Akit kian pahit.
Itu baru sebagian ancaman. Ancaman lainnya
adalah ”kampung” Ajib itu mulai dikeruk tanahnya
dan dibangun parit-parit besar agar air di tanah
gambut mengering. Gambut memang tanah yang
penuh tumpukan ranting yang tak terurai sempurna
selama puluhan tahun sehingga strukturnya seperti
spons atau busa yang mengandung banyak air.
Dengan parit, air di tanah gambut akan mengering
dan bisa disulap menjadi hutan akasia yang menjadi
bahan baku pabrik kertas dan bubur kertas.
Pohon ditebang, tanah dipapras, membuat
”kampung” suku Akit kian sempit. Akibatnya, sudah
banyak yang mengungsi ke pedalaman Taman
Nasional Bukit Tiga Puluh di Indragiri Hilir.
Kampung Akit dan hutan gambut di
Semenanjung Kampar adalah hutan yang kalah.
Menurut data Jaringan Kerja Penyelamat Hutan Riau
(Jikalahari), di hutan itu kini sedikitnya ada tujuh perusahaan
besar yang tiap hari mengerahkan mesinmesin
penebang. Sebagian perusahaan itu
menebang pohon untuk diolah menjadi bubur kertas.
Untuk memenuhi pasokan bahan bakunya, ada
perusahaan yang mengubah hutan gambut alam
menjadi hutan dengan tanaman yang seragam atau
dikenal sebagai hutan tanaman industri (HTI).
Kerusakan itu belum termasuk kerusakan yang
ditimbulkan 52 persen penduduk sekitar hutan yang
ikut-ikutan menebangi hutan.
3 Teks Mendengarkan (halaman 242)
28 Pelajaran II Frasa dan Klausa
Tergerusnya hutan gambut ini membuat waswas
para pencinta lingkungan. Menurut data World Wild
Fund (WWF) Indonesia, luas hutan dan lahan gambut
di Indonesia mencapai 20 juta hektare. Empat juta
hektare di antaranya ada di Riau. Salah satu hutan
gambut Riau yang terkenal adalah Semenanjung
Kampar, kampung Suku Akit. Pada 1990-an hutan
ini tercatat sebagai salah satu yang terluas di
Sumatra. Membujur di pesisir timur Riau, hutan ini
pada 1997 luasnya masih sejuta hektare. Kini hutan
gambut itu tinggal secuil.
Disadur dari: Tempo, 16 Juli 2006

Langkah-Langkah Menyampaikan Topik
Kata artikel tidak asing lagi bagi Anda. Anda dapat menemukan
artikel di koran atau majalah. Artikel merupakan bentuk karangan yang
membahas berbagai masalah. Masalah yang dibahas dalam artikel
masalah yang aktual. Artikel menyajikan informasi bagi pembaca. Artikel
berbentuk karangan deskripsi atau eksposisi. Dengan membaca artikel,
Anda diharapkan mengerti masalah yang dibahas.
Untuk menemukan topik artikel diperlukan langkah-langkah sebagai
berikut.
1. Membaca dan memahami artikel secara utuh.
2. Mencatat pokok-pokok isi artikel. Pokok-pokok isi artikel merupakan
sesuatu hal yang dibahas.
3. Mencatat topik dan pokok permasalahan yang dibahas dalam artikel.
4. Memberikan pendapat atau uraian beserta alasan terhadap topik yang
ditemukan.
5. Menyampaikan secara lisan topik artikel yang dibaca dengan alasan
perlunya membaca artikel tersebut.
B. Anda telah mencatat pokok-pokok isi artikel ” imba ambut Menanti Ajal”.
Sekarang lakukan kegiatan berikut!
1. Sampaikan isi artikel secara lisan dan ungkapkan pendapat Anda sendiri
mengenai artikel tersebut!
2. Kemukakan alasan Anda dengan data pendukung!
3. Buatlah rangkuman isi artikel!

KISI-KISI SOAL BAHASA INDONESIA kelas XI

  RINGKASAN KOMPETENSI YANG DIUJI Majas dalam puisi Unsur intrinsik dan ekstrinsik puisi Teks drama (tokoh, konflik, latar, dialog) Kar...