Tugas
Setelah mempelajari karya ilmiah, diskusikanlah dengan kelompokmu!
1. Bacalah salah satu karya ilmiah yang anda sukai, bisa karya ilmiahnya sendiri atau orang lain.
2. Analisislah bagian-bagian karya ilmiah tersebut.
No. Bagian Karya Ilmiah Tanggapan/Informasi
a. halaman judul, .................?
b. kata pengantar, .................?
c. dafar isi, .................?
d. pendahuluan, .................?
e. pembahasan, .................?
f. simpulan, .................?
g. dafar pustaka. .................?
tugasnya difoto atau di scan dikirim di sini
Absen kelas XI IPS 4
Selasa, 17/03/2020
https://forms.gle/AKJe9XQo5WfnojbE6
Absen kelas XI BHS
Selasa, 17/03/2020
https://forms.gle/xbJgKorfnh7NwYsu7
Absen kelas XI IPS 4
Selasa, 17/03/2020
https://forms.gle/YRgmLLdrZF1B8SpD9
DATA SISWA YANG RESPON
Selasa, 17 Maret 2020
KARYA ILMIAH
KARYA ILMIAH
Pernahkah kalian membuat karya tulis ilmiah? Karya ilmiah atau tulisan ilmiah adalah tulisan yang berisi tentang fenomena atau peristiwa yang ditulis berdasarkan kenyataan (bukan fksi). Misalnya, tulisan tentang ilmu pengetahuan, alam sekitar, teknologi, dan seni yang diperoleh melalui studi kepustakaan, penelitian, atau pengalaman di lapangan, dan pengetahuan orang lain sebelumnya.
Untuk membekali kemampuanmu, pada bab ini kamu akan belajar:
1. mengidentifkasi informasi, tujuan, dan esensi karya ilmiah yang dibaca;
2. merancang informasi, tujuan, dan esensi dalam karya ilmiah;
3. menganalisis sistematika dan kebahasaan karya ilmiah; dan
4. mengonstruksi sebuah karya ilmiah dengan memperhatikan isi, sistematika,
dan kebahasaan.
A.Mengidentifikasi Informasi, Tujuan, dan Esensi Karya
Ilmiah yang Dibaca
Mengidentifkasi Struktur Karya Ilmiah yang Dibaca. Karya ilmiah dapat ditulis dalam berbagai bentuk penyajian. Setiap bentuk itu berbeda dalam hal kelengkapan strukturnya. Secara umum,
bentuk penyajian karya ilmiah terbagi ke dalam tiga jenis, yaitu bentuk populer, bentuk semiformal, dan bentuk formal.
1. Bentuk Populer
Karya ilmiah bentuk ini sering disebut karya ilmiah populer. Bentuknya manasuka. Karya ilmiah bentuk ini bisa diungkapkan dalam bentuk karya ringkas. Ragam bahasanya bersifat santai (populer). Karya ilmiah populer umumnya dijumpai dalam media massa, seperti koran atau majalah. Istilah populer digunakan untuk menyatakan topik yang akrab, menyenangkan bagi populus (rakyat) atau disukai oleh sebagian besar orang karena gayanya yang menarik dan bahasanya mudah dipahami. Kalimat-kalimatnya sederhana, lancar, namun tidak berupa senda gurau dan tidak pula bersifat fantasi (rekaan).
2. Bentuk Semiformal
Secara garis besar, karya ilmiah bentuk ini terdiri atas:
a. halaman judul,
b. kata pengantar,
c. dafar isi,
d. pendahuluan,
e. pembahasan,
f. simpulan, dan
g. dafar pustaka.
Bentuk karya ilmiah semacam itu, umumnya digunakan dalam berbagai jenis laporan biasa dan makalah.
3. Bentuk Formal
Karya ilmiah bentuk formal disusun dengan memenuhi unsur-unsur kelengkapan akademis secara lengkap, seperti dalam skripsi, tesis, atau disertasi. Unsur-unsur karya ilmiah bentuk formal, meliputi hal-hal
sebagai berikut.
a. Judul
b. Tim pembimbing
c. Kata pengantar
d. Abstrak
e. Dafar isi
f. Bab Pendahuluan
g. Bab Telaah kepustakaan/kerangka teoretis
h. Bab Metode penelitian
i. Bab Pembahasan hasil penelitian
j. Bab Simpulan dan rekomendasi
k. Dafar pustaka
l. Lampiran-lampiran
m. Riwayat hidup
Beberapa bagian penting dari struktur karya ilmiah diuraikan sebagai berikut.
1. Judul
Judul dalam karya ilmiah dirumuskan dalam satu frasa yang jelas dan lengkap. Judul mencerminkan hubungan antarvariabel. Istilah hubungan di sini tidak selalu mempunyai makna korelasional, kausalitas, ataupun determinatif. Judul juga mencerminkan dan konsistensi dengan ruang lingkup penelitian, tujuan penelitian, subjek penelitian, dan metode penelitian.
Contoh:
AKTIVITAS PERGAULAN DAN PRESTASI BELAJAR SISWA
(Studi Deskriptif tentang Kecerdasan Emosi dan Intelektual)
Siswa SMA Labschool UPI Bandung
Dari judul di atas, dapat diketahui bahwa:
a. masalah yang diteliti : aktivitas pergaulan dan prestasi belajar siswa
b. ruang lingkup penelitian : kecerdasan emosi dan intelektual siswa
c. tujuan penelitian : mengetahui ada tidaknya hubungan antara aktivitas pergaulan dengan prestasi belajar siswa
d. subjek penelitian : siswa SMA Labschool UPI Bandung
e. metode penelitian : deskriptif-komparatif
Penulisan judul dapat dilakukan dua cara. Pertama, dengan menggunakan huruf kapital semua kecuali pada anak judulnya; kedua, dengan menggunakan huruf kecil kecuali huruf-huruf pertamanya. Apabila cara yang kedua yang akan digunakan, maka kata-kata penggabung, seperti dengan dan tentangserta kata-kata depan seperti di, dari, dan ke huruf pertamanya tidak boleh menggunakan huruf kapital. Di akhir judul tidak boleh menggunakan tanda baca apa pun, termasuk titik ataupun koma.
2. Pendahuluan
Pada karya ilmiah formal, bagian pendahuluan mencakup latar belakang masalah, identifkasi masalah, pembatasan masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, dan manfaat atau kegunaan penelitian. Selain itu, dapat pula dilengkapi dengan defnisi operasional dan sistematika penulisan.
a. Latar Belakang Masalah
Uraian pada latar belakang masalah dimaksudkan untuk menjelaskan alasan timbulnya masalah dan pentingnya untuk dibahas, baik itu dari segi pengembangan ilmu, kemasyarakatan, maupun dalam kaitan dengan kehidupan pada umumnya.
b. Perumusan Masalah
Masalah adalah segala sesuatu yang dianggap perlu pemecahan oleh penulis, yang pada umumnya ditanyakan dalam bentuk pertanyaan mengapa, bagaimana. Berangkat dari pertanyaan itulah, penulis menganggap perlu untuk melakukan langkah-langkah pemecahan, misalnya melalui penelitian. Masalah itu pula yang nantinya menjadi fokus pembahasan di dalam karya ilmiah tersebut.
c. Tujuan (Penulisan Karya Ilmiah)
Tujuan merupakan pernyataan mengenai fokus pembahasan di dalam penulisan karya ilmiah tersebut; berdasarkan masalah yang telah dirumuskan. Dengan demikian, tujuan harus sesuai dengan masalah pada karya ilmiah itu.
d. Manfaat
Perlu diyakinkan pula kepada pembaca tentang manfaat atau kegunaan dari penulisan karya ilmiah. Misalnya untuk pengembangan suatu bidang ilmu ataupun untuk pihak atau lembaga-lembaga tertentu.
3. Kerangka Teoretis
Kerangka teoretis disebut juga kajian pustaka atau teori landasan. Tercakup pula di dalam bagian ini adalah kerangka pemikiran dan hipotesis. Kerangka teoretis dimulai dengan mengidentifkasi dan mengkaji berbagai teori yang relevan serta diakhiri dengan pengajuan
hipotesis. Di samping itu, dalam kerangka teoretis perlu dilakukan pengkajian terhadap penelitian-penelitian yang telah dilakukan para penulis terdahulu. Langkah ini penting dilakukan guna menambah dan memperoleh wawasan ataupun pengetahuan baru, yang telah ada sebelumnya. Di samping akan menghindari adanya duplikasi yang sia-sia, langkah ini juga akan memberikan perspektif yang lebih jelas mengenai hakikat dan kegunaan penelitian itu dalam perkembangan
ilmu secara keseluruhan.
4. Metodologi Penelitian
Dalam karya tulis yang merupakan hasil penelitian, perlu dicantumkan pula bagian yang disebut dengan metode penelitian. Metodologi penelitian diartikan sebagai prosedur atau tahap-tahap penelitian, mulai dari persiapan, penentuan sumber data, pengolahan,
sampai dengan pelaporannya
Setiap penelitian mempunyai metode penelitian masing-masing, yang umumnya bergantung pada tujuan penelitian itu sendiri. Metodemetode penelitian yang dimaksud, misalnya, sebagai berikut.
a. Metode deskriptif, yakni metode penelitian yang bertujuan hanya menggambarkan fakta-fakta secara apa adanya, tanpa adanya perlakukan apa pun. Data yang dimaksud dapat berupa fakta yang bersifat kuantitatif (statistika) ataupun fakta kualitatif.
b. Metode eksperimen, yakni metode penelitian bertujuan untuk memperoleh gambaran atas suatu gejala setelah mendapatkan perlakuan.
c. Metode penelitian kelas, yakni metode penelitian dengan tujuan untuk memperbaiki persoalan-persoalan yang terjadi pada kelas tertentu, misalnya tentang motivasi belajar dan prestasi belajar siswa dalam kompetensi dasar tertentu.
5. Pembahasan
Bagian ini berisi paparan tentang isi pokok karya ilmiah, terkait dengan rumusan masalah/tujuan penulisan yang dikemukakan pada bab pendahuluan. Data yang diperoleh melalui hasil pengamatan, wawancara, dan sebagainya itu dibahas dengan berbagai sudut pandang; diperkuat oleh teori-teori yang telah dikemukakan sebelumnya. Sekiranya diperlukan, pembahasan dapat dilengkapi dengan berbagai sarana pembantu seperti tabel dan grafk. Sarana-sarana pembantu tersebut diperlukan untuk menjelaskan pernyataan ataupun data. Tabel dan grafk merupakan cara efektif dalam menyajikan data dan informasi. Sajian data dan informasi lebih mudah dibaca dan disimpulkan. Penyajian informasi dengan tabel dan grafk memang
lebih sistematis dan lebih enak dibaca, mudah dipahami, serta lebih menarik daripada penyajian secara verbal.Penulis perlu menggunakan argumen-argumen yang telah dikemukakan dalam kerangka teoretis. Pembahasan data dapat diibaratkan dengan sebuah pisau daging. Apabila pisau itu tajam, baik pulalah keratan-keratan daging yang dihasilkannya. Namun, apabila
tumpul, keratan daging itu akan acak-acakan, penuh cacat. Demikian pula halnya dengan pembahasan data. Apabila argumen-argumen yang dikemukakan penulis lemah dan data yang digunakannya tidak lengkap, pemecahan masalahnya pun akan jauh dari yang diharapkan
6. Simpulan dan Saran
Simpulan merupakan pemaknaan kembali atau sebagai sintesis dari keseluruhan unsur penulisan karya ilmiah. Simpulan merupakan bagian dari simpul masalah (pendahuluan), kerangka teoretis yang tercakup di dalamnya, hipotesis, metodologi penelitian, dan temuan penelitian. Simpulan merupakan kajian terpadu dengan meletakkan berbagai unsur penelitian secara menyeluruh. Oleh karena itu, perlu diuraikan kembali secara ringkas pernyataan-pernyataan pokok dari unsur-unsur di atas dengan meletakkannya dalam kerangka pikir yang mengarah kepada simpulan.
Berdasarkan pengertian di atas, seorang peneliti harus pula melihat berbagai implikasi yang ditimbulkan oleh simpulan penelitian. Implikasi tersebut umpamanya berupa pengembangan ilmu pengetahuan, kegunaan yang bersifat praktis dalam penyusunan kebijakan. Halhal tersebut kemudian dituangkan ke dalam bagian yang disebut rekomendasi atau saran-saran.
7. Dafar Pustaka
Dafar pustaka memuat semua kepustakaan yang digunakan sebagai landasan dalam karya ilmiah yang terdapat dari sumber tertulis, baik itu yang berupa buku, artikel jurnal, dokumen resmi, maupunsumbersumber lain dari internet. Semua sumber tertulis atau tercetak yang tercantum di dalam karya ilmiah harus dicantumkan di dalam dafar pustaka. Sebaliknya, sumber-sumber yang pernah dibaca oleh penulis, tetapi tidak digunakan di dalam penulisan karya ilmiah itu, tidak boleh
dicantumkan di dalam dafar pustaka. Cara menulis dafar pustaka berurutan secara alfabetis, tanpa
menggunakan nomor urut. Sumber tertulis/tercetak yang memerlukan banyak tempat lebih dari satu baris ditulis dengan jarak satu spasi, sedangkan jarak antara sumber yang satu dengan yang lainnya adalah dua spasi. Susunan penulisan dafar pustaka: nama yang disusun di balik; tahun
terbit; judul pustaka; kota terbit; dan penerbit
Pernahkah kalian membuat karya tulis ilmiah? Karya ilmiah atau tulisan ilmiah adalah tulisan yang berisi tentang fenomena atau peristiwa yang ditulis berdasarkan kenyataan (bukan fksi). Misalnya, tulisan tentang ilmu pengetahuan, alam sekitar, teknologi, dan seni yang diperoleh melalui studi kepustakaan, penelitian, atau pengalaman di lapangan, dan pengetahuan orang lain sebelumnya.
Untuk membekali kemampuanmu, pada bab ini kamu akan belajar:
1. mengidentifkasi informasi, tujuan, dan esensi karya ilmiah yang dibaca;
2. merancang informasi, tujuan, dan esensi dalam karya ilmiah;
3. menganalisis sistematika dan kebahasaan karya ilmiah; dan
4. mengonstruksi sebuah karya ilmiah dengan memperhatikan isi, sistematika,
dan kebahasaan.
A.Mengidentifikasi Informasi, Tujuan, dan Esensi Karya
Ilmiah yang Dibaca
Mengidentifkasi Struktur Karya Ilmiah yang Dibaca. Karya ilmiah dapat ditulis dalam berbagai bentuk penyajian. Setiap bentuk itu berbeda dalam hal kelengkapan strukturnya. Secara umum,
bentuk penyajian karya ilmiah terbagi ke dalam tiga jenis, yaitu bentuk populer, bentuk semiformal, dan bentuk formal.
1. Bentuk Populer
Karya ilmiah bentuk ini sering disebut karya ilmiah populer. Bentuknya manasuka. Karya ilmiah bentuk ini bisa diungkapkan dalam bentuk karya ringkas. Ragam bahasanya bersifat santai (populer). Karya ilmiah populer umumnya dijumpai dalam media massa, seperti koran atau majalah. Istilah populer digunakan untuk menyatakan topik yang akrab, menyenangkan bagi populus (rakyat) atau disukai oleh sebagian besar orang karena gayanya yang menarik dan bahasanya mudah dipahami. Kalimat-kalimatnya sederhana, lancar, namun tidak berupa senda gurau dan tidak pula bersifat fantasi (rekaan).
2. Bentuk Semiformal
Secara garis besar, karya ilmiah bentuk ini terdiri atas:
a. halaman judul,
b. kata pengantar,
c. dafar isi,
d. pendahuluan,
e. pembahasan,
f. simpulan, dan
g. dafar pustaka.
Bentuk karya ilmiah semacam itu, umumnya digunakan dalam berbagai jenis laporan biasa dan makalah.
3. Bentuk Formal
Karya ilmiah bentuk formal disusun dengan memenuhi unsur-unsur kelengkapan akademis secara lengkap, seperti dalam skripsi, tesis, atau disertasi. Unsur-unsur karya ilmiah bentuk formal, meliputi hal-hal
sebagai berikut.
a. Judul
b. Tim pembimbing
c. Kata pengantar
d. Abstrak
e. Dafar isi
f. Bab Pendahuluan
g. Bab Telaah kepustakaan/kerangka teoretis
h. Bab Metode penelitian
i. Bab Pembahasan hasil penelitian
j. Bab Simpulan dan rekomendasi
k. Dafar pustaka
l. Lampiran-lampiran
m. Riwayat hidup
Beberapa bagian penting dari struktur karya ilmiah diuraikan sebagai berikut.
1. Judul
Judul dalam karya ilmiah dirumuskan dalam satu frasa yang jelas dan lengkap. Judul mencerminkan hubungan antarvariabel. Istilah hubungan di sini tidak selalu mempunyai makna korelasional, kausalitas, ataupun determinatif. Judul juga mencerminkan dan konsistensi dengan ruang lingkup penelitian, tujuan penelitian, subjek penelitian, dan metode penelitian.
Contoh:
AKTIVITAS PERGAULAN DAN PRESTASI BELAJAR SISWA
(Studi Deskriptif tentang Kecerdasan Emosi dan Intelektual)
Siswa SMA Labschool UPI Bandung
Dari judul di atas, dapat diketahui bahwa:
a. masalah yang diteliti : aktivitas pergaulan dan prestasi belajar siswa
b. ruang lingkup penelitian : kecerdasan emosi dan intelektual siswa
c. tujuan penelitian : mengetahui ada tidaknya hubungan antara aktivitas pergaulan dengan prestasi belajar siswa
d. subjek penelitian : siswa SMA Labschool UPI Bandung
e. metode penelitian : deskriptif-komparatif
Penulisan judul dapat dilakukan dua cara. Pertama, dengan menggunakan huruf kapital semua kecuali pada anak judulnya; kedua, dengan menggunakan huruf kecil kecuali huruf-huruf pertamanya. Apabila cara yang kedua yang akan digunakan, maka kata-kata penggabung, seperti dengan dan tentangserta kata-kata depan seperti di, dari, dan ke huruf pertamanya tidak boleh menggunakan huruf kapital. Di akhir judul tidak boleh menggunakan tanda baca apa pun, termasuk titik ataupun koma.
2. Pendahuluan
Pada karya ilmiah formal, bagian pendahuluan mencakup latar belakang masalah, identifkasi masalah, pembatasan masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, dan manfaat atau kegunaan penelitian. Selain itu, dapat pula dilengkapi dengan defnisi operasional dan sistematika penulisan.
a. Latar Belakang Masalah
Uraian pada latar belakang masalah dimaksudkan untuk menjelaskan alasan timbulnya masalah dan pentingnya untuk dibahas, baik itu dari segi pengembangan ilmu, kemasyarakatan, maupun dalam kaitan dengan kehidupan pada umumnya.
b. Perumusan Masalah
Masalah adalah segala sesuatu yang dianggap perlu pemecahan oleh penulis, yang pada umumnya ditanyakan dalam bentuk pertanyaan mengapa, bagaimana. Berangkat dari pertanyaan itulah, penulis menganggap perlu untuk melakukan langkah-langkah pemecahan, misalnya melalui penelitian. Masalah itu pula yang nantinya menjadi fokus pembahasan di dalam karya ilmiah tersebut.
c. Tujuan (Penulisan Karya Ilmiah)
Tujuan merupakan pernyataan mengenai fokus pembahasan di dalam penulisan karya ilmiah tersebut; berdasarkan masalah yang telah dirumuskan. Dengan demikian, tujuan harus sesuai dengan masalah pada karya ilmiah itu.
d. Manfaat
Perlu diyakinkan pula kepada pembaca tentang manfaat atau kegunaan dari penulisan karya ilmiah. Misalnya untuk pengembangan suatu bidang ilmu ataupun untuk pihak atau lembaga-lembaga tertentu.
3. Kerangka Teoretis
Kerangka teoretis disebut juga kajian pustaka atau teori landasan. Tercakup pula di dalam bagian ini adalah kerangka pemikiran dan hipotesis. Kerangka teoretis dimulai dengan mengidentifkasi dan mengkaji berbagai teori yang relevan serta diakhiri dengan pengajuan
hipotesis. Di samping itu, dalam kerangka teoretis perlu dilakukan pengkajian terhadap penelitian-penelitian yang telah dilakukan para penulis terdahulu. Langkah ini penting dilakukan guna menambah dan memperoleh wawasan ataupun pengetahuan baru, yang telah ada sebelumnya. Di samping akan menghindari adanya duplikasi yang sia-sia, langkah ini juga akan memberikan perspektif yang lebih jelas mengenai hakikat dan kegunaan penelitian itu dalam perkembangan
ilmu secara keseluruhan.
4. Metodologi Penelitian
Dalam karya tulis yang merupakan hasil penelitian, perlu dicantumkan pula bagian yang disebut dengan metode penelitian. Metodologi penelitian diartikan sebagai prosedur atau tahap-tahap penelitian, mulai dari persiapan, penentuan sumber data, pengolahan,
sampai dengan pelaporannya
Setiap penelitian mempunyai metode penelitian masing-masing, yang umumnya bergantung pada tujuan penelitian itu sendiri. Metodemetode penelitian yang dimaksud, misalnya, sebagai berikut.
a. Metode deskriptif, yakni metode penelitian yang bertujuan hanya menggambarkan fakta-fakta secara apa adanya, tanpa adanya perlakukan apa pun. Data yang dimaksud dapat berupa fakta yang bersifat kuantitatif (statistika) ataupun fakta kualitatif.
b. Metode eksperimen, yakni metode penelitian bertujuan untuk memperoleh gambaran atas suatu gejala setelah mendapatkan perlakuan.
c. Metode penelitian kelas, yakni metode penelitian dengan tujuan untuk memperbaiki persoalan-persoalan yang terjadi pada kelas tertentu, misalnya tentang motivasi belajar dan prestasi belajar siswa dalam kompetensi dasar tertentu.
5. Pembahasan
Bagian ini berisi paparan tentang isi pokok karya ilmiah, terkait dengan rumusan masalah/tujuan penulisan yang dikemukakan pada bab pendahuluan. Data yang diperoleh melalui hasil pengamatan, wawancara, dan sebagainya itu dibahas dengan berbagai sudut pandang; diperkuat oleh teori-teori yang telah dikemukakan sebelumnya. Sekiranya diperlukan, pembahasan dapat dilengkapi dengan berbagai sarana pembantu seperti tabel dan grafk. Sarana-sarana pembantu tersebut diperlukan untuk menjelaskan pernyataan ataupun data. Tabel dan grafk merupakan cara efektif dalam menyajikan data dan informasi. Sajian data dan informasi lebih mudah dibaca dan disimpulkan. Penyajian informasi dengan tabel dan grafk memang
lebih sistematis dan lebih enak dibaca, mudah dipahami, serta lebih menarik daripada penyajian secara verbal.Penulis perlu menggunakan argumen-argumen yang telah dikemukakan dalam kerangka teoretis. Pembahasan data dapat diibaratkan dengan sebuah pisau daging. Apabila pisau itu tajam, baik pulalah keratan-keratan daging yang dihasilkannya. Namun, apabila
tumpul, keratan daging itu akan acak-acakan, penuh cacat. Demikian pula halnya dengan pembahasan data. Apabila argumen-argumen yang dikemukakan penulis lemah dan data yang digunakannya tidak lengkap, pemecahan masalahnya pun akan jauh dari yang diharapkan
6. Simpulan dan Saran
Simpulan merupakan pemaknaan kembali atau sebagai sintesis dari keseluruhan unsur penulisan karya ilmiah. Simpulan merupakan bagian dari simpul masalah (pendahuluan), kerangka teoretis yang tercakup di dalamnya, hipotesis, metodologi penelitian, dan temuan penelitian. Simpulan merupakan kajian terpadu dengan meletakkan berbagai unsur penelitian secara menyeluruh. Oleh karena itu, perlu diuraikan kembali secara ringkas pernyataan-pernyataan pokok dari unsur-unsur di atas dengan meletakkannya dalam kerangka pikir yang mengarah kepada simpulan.
Berdasarkan pengertian di atas, seorang peneliti harus pula melihat berbagai implikasi yang ditimbulkan oleh simpulan penelitian. Implikasi tersebut umpamanya berupa pengembangan ilmu pengetahuan, kegunaan yang bersifat praktis dalam penyusunan kebijakan. Halhal tersebut kemudian dituangkan ke dalam bagian yang disebut rekomendasi atau saran-saran.
7. Dafar Pustaka
Dafar pustaka memuat semua kepustakaan yang digunakan sebagai landasan dalam karya ilmiah yang terdapat dari sumber tertulis, baik itu yang berupa buku, artikel jurnal, dokumen resmi, maupunsumbersumber lain dari internet. Semua sumber tertulis atau tercetak yang tercantum di dalam karya ilmiah harus dicantumkan di dalam dafar pustaka. Sebaliknya, sumber-sumber yang pernah dibaca oleh penulis, tetapi tidak digunakan di dalam penulisan karya ilmiah itu, tidak boleh
dicantumkan di dalam dafar pustaka. Cara menulis dafar pustaka berurutan secara alfabetis, tanpa
menggunakan nomor urut. Sumber tertulis/tercetak yang memerlukan banyak tempat lebih dari satu baris ditulis dengan jarak satu spasi, sedangkan jarak antara sumber yang satu dengan yang lainnya adalah dua spasi. Susunan penulisan dafar pustaka: nama yang disusun di balik; tahun
terbit; judul pustaka; kota terbit; dan penerbit
Sabtu, 29 November 2014
Pengertian Teks Anekdot (Anecdote Text)
Anekdot
adalah sebuah teks yang berisi pengalaman seseorang yang tidak biasa.
Pengalaman yang tidak biasa tersebut disampaikan kepada orang lain
dengan tujuan untuk menghibur si pembaca. Teks anekdot pada umumnya
terdiri dari 5 bagian. 5 bagian itu antara lain abstract, orientation,
crisis, reaction, dan coda.
Abstrak adalah bagian di awal paragraf yang berfungsi memberi gambaran tentang isi teks. Biasanya bagian ini menunjukkan hal unik yang akan ada di dalam teks.
Orientasi adalah bagian yang menunjukkan awal kejadian cerita atau latar belakang bagaimana peristiwa terjadi. Biasanya penulis bercerita dengan detil di bagian ini.
Krisis adalah bagian dimana terjadi hal atau masalah yang unik atau tidak biasa yang terjadi pada si penulis atau orang yang diceritakan.
Reaksi adalah bagian bagaimana cara penulis atau orang yang ditulis menyelesaikan masalah yang timbul di bagian crisis tadi.
Coda merupakan bagian akhir dari cerita unik tersebut. Bisa juga dengan memberi kesimpulan tentang kejadian yang dialami penulis atau orang yang ditulis.
Abstrak adalah bagian di awal paragraf yang berfungsi memberi gambaran tentang isi teks. Biasanya bagian ini menunjukkan hal unik yang akan ada di dalam teks.
Orientasi adalah bagian yang menunjukkan awal kejadian cerita atau latar belakang bagaimana peristiwa terjadi. Biasanya penulis bercerita dengan detil di bagian ini.
Krisis adalah bagian dimana terjadi hal atau masalah yang unik atau tidak biasa yang terjadi pada si penulis atau orang yang diceritakan.
Reaksi adalah bagian bagaimana cara penulis atau orang yang ditulis menyelesaikan masalah yang timbul di bagian crisis tadi.
Coda merupakan bagian akhir dari cerita unik tersebut. Bisa juga dengan memberi kesimpulan tentang kejadian yang dialami penulis atau orang yang ditulis.
Contoh Anekdot
http://materi1sma.blogspot.com/2013/08/pengertian-dan-ciri-teks-anekdot.html#ixzz3KOrHlPve
“Rokok”
Dipagi hari,
Andi berjalan menuju halte, dimana orang-orang ingin menunggu bus untuk pergi
ke tempat kerjanya. Setelah sampai di halte, dia bertanya kepada seorang buruh
pabrik yang sedang menunggu bus Kopaja sambil merokok. Lalu Andi memulai
percakapan, “haduh, tebal dan jorok sekali asap bus mayasari bakti.” Lalu buruh
pabrik itu merespon pernyataan Andi, “Iya nih.. Asap kopaja juga tebal.” Lalu
Andi membalas, “Bagaimana tanggapan anda jika melihat orang yang menyebabkan
polusi lebih dari asap bus itu?” Buruh pabrik itu menjawab, “hajar aja tuh
orang.” Lalu Andi menghajar Buruh pabrik itu. Setelah mengahajar orang
tersebut, Andi memberikan brosur kepada
buruh itu.
Lalu Andi
berjalan tidak jauh dari halte itu, dan menemukan seorang karyawan swasta yang
sedang merokok dan sedang menunggu bus juga. Maka Andi memulai percakapan
dengan orang tersebut, “haduh, tebal sekali asap kendaraan di Jakarta
ini, padahal kendaraan di Jakarta
sudah diwajibkan melakukan uji emisi.” Lalu karyawan swasta tersebut merespon,
“Iya nih.. Pantas saja terjadi Global Warming.” Andi pun bertanya kembali pada
orang tersebut, “Bagaimana respon anda terhadap orang yang menyebabkan polusi
lebih dari asap kendaraan?” Sang karyawan swasta pun menjawab, “Kalo penyebabnya
itu pabrik, baker aja. Kalau penyebabnya manusia, tamper aja biar dia sadar.”
Lalu Andi menampari orang tersebut, dan memberi brosur kepada orang tersebut.
Rupanya brosur itu berisi:
“ASAP ROKOK MENGANDUNG POLUTAN 10 KALI DARI MESIN DIESEL”
Menurut Riset Institute Kanker Nasional Italia
Rabu, 30 Januari 2013
BAND ISLAMI PORSENI MA SE-JOMBANG
BAND ISLAMI PORSENI MA
SE-JOMBANG
TATA ATURAN POSENI BIDANG SENI BAND ISLAMI
1.
Ketentuan Umum
Festival
band islami pelajar merupakan ajang uji kreativitas bakat dan minat pelajar
dalam bidang music band islami yang menjunjung bahasa dan seni.terutama seni islami
di Madrasah.
2.
Kepesertaan
a. Perlombaan
ini diikuti oleh pelajar MA se-Jombang
b. Satu
kelompok beranggotakan maksimal 8 orang.
c. Kelompok
merupakan delegasi sekolah atau komunitas band satu sekolah yang ditunjuk oleh
sekolah masing-masing.
d. Satu
sekolah mengirimkan satu kelompok band.islami
3. Kriteria
Lagu
Sekolah hanya diperbolehkan
mengirimkan 1 grup band islami dan setiap peserta membawakan :
a. lagu
wajib
1. Mari Sholawat hits Wali Band
2. Beribadah Yok hits GIGI.
b. lagi
pilihannya
1. Andai Ku Tahu (Ungu),
2. Memujamu (ST12),
3. Perdamaian (GIGI),
4. Ramadhan Yang Indah (Seventeen),
5. Tomat (Wali),
6. Syukur (Radja),
7. Dengan Nafasmu (Ungu)
.4. Unsur Penilaian
Unsur penilaian Festival
Band terdiri dari :
a. Keserasian
syair dan musik.
b. Intonasi
c. Style
/ Penampilan
d. Performance
e. Penghayatan
f. Ketepatan
Waktu
5.
Tahapan Festival Band Islami
Festival Band Islami terdiri
dari dua tahapan lomba, yaitu :
a. Peralatan
Ø Peralatan
lomba berasal dari panitia dan peserta.
Ø Peserta
boleh dan bebas membawa peralatan sendiri.
Ø Panitia
hanya menyediakan percussion (drum), 1 bass Guitar, 1 Guitar Melodi, 1 Guitar
Rhythm dan 2 efek.
Ø Selain
peralatan yang disediakan panitia diatas, alat bantu pementasan lain disediakan
peserta.
Ø Apabila
terjadi kerusakan(berat) pada alat band setelah pementasan grup band tertentu,
yang terjadi secara sengaja/tidak sengaja adalah menjadi tanggung jawab grup
atau peserta tersebut.
6.
Teknis Lomba
a. Peserta
tampil berdasarkan nomor urut yang telah diperoleh saat technical meeting.
b. Panitia
akan memanggil peserta dengan menyebutkan nomor urut tampil, nama grup band dan
asal sekolah.
c. Peserta
yang telah dipanggil namun belum ada, maka kesempatan tampil diberikan kepada
kelompok urut berikutnya.
d. Apabila
pada pemanggilan yang kedua peserta belum ada, maka giliran tampil akan diakhirkan.
e. Apabila
pada pemanggilan terakhir namun tetap belum ada, maka peserta sudah dianggap
gugur.
f. Penampilan
pakaian saat lomba menunjukkan tatakrama umum seorang pelajar (terutama SEKOLAH
MADRASAH), sopan, rapi, tidak beranting atau bertindik, tidak di cat dan tidak
menggunakan assesoris berlebihan.
g. Peserta
tidak dalam keadaaan mabuk, merokok ataupun memakai drugs.
h. Peserta
yang membuat kericuhan saat pelaksanaan lomba akan didiskualifikasi.
7.
Teknis Waktu
1. Persiapan,
check sound, dan durasi setiap penampilan, diberikan waktu selama maksimal 12
menit.
2. Peserta
yang melanggar aturan waktu sebagaimana disebutkan diatas akan ada pengurangan
nilai dari juri.
8.
Dewan Juri
1. Dewan
Juri berasal dari :
a. Praktisi
musik Radio
b. Guru
seni musik atau bahasa (Dian,S.Pd dari Institut Seni Indonesia)
c. Personil
Grup Band yang telah berpengalaman
9.
Waktu dan Tempat Pelaksanaan Lomba
Kegiatan Festival Band
pelaksanaannya diatur sebagai berikut :
1. Technical
meeting untuk Audisi :
Hari / Tanggal :…………………2013
Waktu :
09.00WIB s/d selesai
Tempat :
MAN Jombang
Jl.
Dr. Wahidin Sudiro Husodo No.2 Jombang
2. Pelaksanaan
Hari / Tanggal : …………………2013
Waktu : 10.00 WIB s/d selesai
Tempat : MAN Jombang
Jl.
Dr. Wahidin Sudiro Husodo No.2 Jombang
10. Syarat
dan Ketentuan Pendaftaran
1. Lombal
Band Islami terbuka untuk pelajar
MA se-Jombang
2. Mengisi
formulir pendaftaran yang disediakan panitia dengan melampirkan Kartu Tanda
Pelajar atau Kartu Tanda Pelajar.
3. Membayar
biaya pendaftaran sebesar Rp……………
4. Peserta
yang telah mendaftar namun mengundurkan diri karena sesuatu hal, uang
pendaftaran tidak akan kembali sepenuhnya.
11. Waktu
dan Tempat Pendaftaran
Ø Pendaftaran
buka tanggal……………..dan ditutup tanggal ……………..2013
Ø Pendaftaran
dilaksanakan dengan cara melakukan pendaftaran langsung ke secretariat PORSENI
MA SE-JOMBANG, Jl. ………………………..Jombang
12. Pemenang
Lombang
Lomba Band Islami menentukan
3 kategori Juara yaitu sebagai berikut:
a. Juara
1 kategori pelajar yang berhak menerima Piala., uang pembinaan, dan
sponsorship.
b. Juara
2 kategori pelajar yang berhak menerima Piala, uang pembinaan, dan sponsorship
c. …………
Jombang,
30-1-2013
Mukson,
S.Pd
Selasa, 04 Desember 2012
Pengertian Resensi
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Resensi adalah pertimbangan atau pembicaraan tentang buku; ulasan buku (majalah itu memuat), (buku-buku yang baru terbit).
Secara etimologi, "Resensi" berasal dari bahasa Latin, dari kata kerja “revidere” atau “recensere” yang memilik arti melihat kembali, menimbang atau menilai, mengulas sebuah buku.
Berikut ini Definisi, Arti dan Pengertian Resensi Menurut Beberapa Para Ahli
WJS. Poerwadarminta (dalam Romli, 2003:75) mengemukakan bahwa resensi secara bahasa sebagai pertimbangan atau perbincangan tentang sebuah buku yang menilai kelebihan atau kekurangan buku tersebut, menarik-tidaknya tema dan isi buku, kritikan, dan memberi dorongan kepada khalayak tentang perlu tidaknya buku tersebut dibaca dan dimiliki atau dibeli. Perbincangan buku tersebut dimuat di surat kabar atau majalah.
Resensi menurut Panuti Sudjiman (1984) adalah hasil pembahasan dan penilaian yang pendek tentang suatu karya tulis. Konteks ini memberi arti penilaian, mengungkap secara sekilas, membahas, atau mengkritik buku.
Saryono (1997:56) menjelaskan Pengertian Resensi sebagai sebuah tulisan berupa esai dan bukan merupakan bagian suatu ulasan yang lebih besar mengenai sebuah buku. Isinya adalah laporan, ulasan, dan pertimbangan baik-buruknya, kuat-lemahnya, bermanfaat-tidaknya , benar-salahnya, argumentatif- tidaknya buku tersebut. Tulisan tersebut didukung dengan ilustrasi buku yang diresensi, baik berupa foto buku atau foto copi sampul buku.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Resensi adalah pertimbangan atau pembicaraan tentang buku; ulasan buku (majalah itu memuat), (buku-buku yang baru terbit).
Secara etimologi, "Resensi" berasal dari bahasa Latin, dari kata kerja “revidere” atau “recensere” yang memilik arti melihat kembali, menimbang atau menilai, mengulas sebuah buku.
Berikut ini Definisi, Arti dan Pengertian Resensi Menurut Beberapa Para Ahli
WJS. Poerwadarminta (dalam Romli, 2003:75) mengemukakan bahwa resensi secara bahasa sebagai pertimbangan atau perbincangan tentang sebuah buku yang menilai kelebihan atau kekurangan buku tersebut, menarik-tidaknya tema dan isi buku, kritikan, dan memberi dorongan kepada khalayak tentang perlu tidaknya buku tersebut dibaca dan dimiliki atau dibeli. Perbincangan buku tersebut dimuat di surat kabar atau majalah.
Resensi menurut Panuti Sudjiman (1984) adalah hasil pembahasan dan penilaian yang pendek tentang suatu karya tulis. Konteks ini memberi arti penilaian, mengungkap secara sekilas, membahas, atau mengkritik buku.
Saryono (1997:56) menjelaskan Pengertian Resensi sebagai sebuah tulisan berupa esai dan bukan merupakan bagian suatu ulasan yang lebih besar mengenai sebuah buku. Isinya adalah laporan, ulasan, dan pertimbangan baik-buruknya, kuat-lemahnya, bermanfaat-tidaknya , benar-salahnya, argumentatif- tidaknya buku tersebut. Tulisan tersebut didukung dengan ilustrasi buku yang diresensi, baik berupa foto buku atau foto copi sampul buku.
Selasa, 04 September 2012
MACAM-MACAM PARAGRAF BERDASARKAN LETAK KALIMAT UTAMANYA | JENIS-JENIS PARAGRAF
1. Paragraf deduktif
Paragraf
Deduktif adalah Paragraf yang
dimulai dengan mengemukakan persoalan pokok atau kalimat topik kemudian diikuti
dengan kalimat-kalimat penjelas.
2. Paragraf Induktif
Paragraf Induktif adalah Paragraf yang dimulai dengan mengemukakan penjelasan-penjelasan
kemudian diakhiri dengan kalimat topik.
Contoh:
Sepanjang hari hujan turun
dengan lebatnya. Air sungai mulai meluap. Di mana-mana terjadi banjir bahkan
banyak pohon yang roboh dan tumbang. Rupanya musim hujan sudah mulai tiba.
3.
Paragraf Campuran
Paragraf
Campuran adalah Paragraf yang
dimulai dengan mengemukakan persoalan pokok atau kalimat topik kemudian diikuti
kalimat-kalimat penjelas dan diakhiri dengan kalimat topik. Kalimat
topik yang ada pada akhir paragraf merupakan penegasan dari awal paragraf.
Contoh:
Buku merupakan sarana utama
dalam mencari ilmu. Dengan buku orang bisa mengetahui ilmu dari berbagai
belahan dunia. Dari buku pula kita bisa mendapat hiburan dan menambah
pengalaman. Jelaslah bahwa buku sangat berpengaruh dalam kehidupan manusia.
4. Paragraf Deskriptif/Naratif/Menyebar
Paragraf Deskriptif/Naratif/Menyebar
adalah Paragraf yang tidak
memiliki kalimat utama. Pikiran utamanya menyebar pada seluruh paragraf atau
tersirat pada kalimat-kalimat penjelas.
Contoh:
Matahari belum tinggi benar.
Embun masih tampak berkilauan. Warna bunga menjadi sangat indah diterpa sinar
matahari. Tampak kupu-kupu dengan berbagai warna terbang dari bunga yang satu
ke bunga yang lain. Angin pun semilir terasa menyejukkan hati.
Minggu, 12 Agustus 2012
Menjelaskan secara Lisan Uraian Topik Tertentu dari Hasil Membaca (Artikel atau Buku)
Berbicara merupakan kepandaian manusia untuk mengeluarkan suara dan menyampaikan pendapat dari pikirannya.
Berbicara dapat merujuk ke:
Menjelaskan secara Lisan Uraian Topik Tertentu dari Hasil Membaca (Artikel atau Buku)
A. Pahami artikel berikut. Catatlah pokok-pokok isi artikel yang berjudul ” Rimba
Gambut Menanti Ajal”!
Rimba Gambut Menanti Ajal
Hutan gambut Sumatra terkikis hutan tanaman
industri. Ini bisa menjadi awal datangnya petaka banjir
asap dan kekurangan air. Kecemasan itu pelan-pelan
merasuki perkampungan Suku Akit di pedalaman
hutan Semenanjung Kampar, Riau. Aroma kekhawatiran
seperti meletup dari gubuk-gubuk buruk
di tengah hutan. Lelaki-lelaki perkasa dari suku itu
kini sering pulang berburu dengan wajah getir.
Tangan mereka kosong. Tak ada tangkapan, tiada
pula madu hutan.
Hutan yang didiami Ajib dan tetangga-tetangganya
beberapa tahun ini telah berubah. Ajib bercerita,
sudah beberapa tahun ini, ”kampungnya” alias hutan
gambut itu digangsir. Banyak yang datang dengan
membawa mesin-mesin gergaji. Lalu pelan-pelan
kicau burung pun tergantikan deru gergaji mesin.
Raungan gergaji itu juga mengganggu lebah-lebah
madu sialang. Itulah yang membuat kehidupan 380
keluarga suku Akit kian pahit.
Itu baru sebagian ancaman. Ancaman lainnya
adalah ”kampung” Ajib itu mulai dikeruk tanahnya
dan dibangun parit-parit besar agar air di tanah
gambut mengering. Gambut memang tanah yang
penuh tumpukan ranting yang tak terurai sempurna
selama puluhan tahun sehingga strukturnya seperti
spons atau busa yang mengandung banyak air.
Dengan parit, air di tanah gambut akan mengering
dan bisa disulap menjadi hutan akasia yang menjadi
bahan baku pabrik kertas dan bubur kertas.
Pohon ditebang, tanah dipapras, membuat
”kampung” suku Akit kian sempit. Akibatnya, sudah
banyak yang mengungsi ke pedalaman Taman
Nasional Bukit Tiga Puluh di Indragiri Hilir.
Kampung Akit dan hutan gambut di
Semenanjung Kampar adalah hutan yang kalah.
Menurut data Jaringan Kerja Penyelamat Hutan Riau
(Jikalahari), di hutan itu kini sedikitnya ada tujuh perusahaan
besar yang tiap hari mengerahkan mesinmesin
penebang. Sebagian perusahaan itu
menebang pohon untuk diolah menjadi bubur kertas.
Untuk memenuhi pasokan bahan bakunya, ada
perusahaan yang mengubah hutan gambut alam
menjadi hutan dengan tanaman yang seragam atau
dikenal sebagai hutan tanaman industri (HTI).
Kerusakan itu belum termasuk kerusakan yang
ditimbulkan 52 persen penduduk sekitar hutan yang
ikut-ikutan menebangi hutan.
3 Teks Mendengarkan (halaman 242)
28 Pelajaran II Frasa dan Klausa
Tergerusnya hutan gambut ini membuat waswas
para pencinta lingkungan. Menurut data World Wild
Fund (WWF) Indonesia, luas hutan dan lahan gambut
di Indonesia mencapai 20 juta hektare. Empat juta
hektare di antaranya ada di Riau. Salah satu hutan
gambut Riau yang terkenal adalah Semenanjung
Kampar, kampung Suku Akit. Pada 1990-an hutan
ini tercatat sebagai salah satu yang terluas di
Sumatra. Membujur di pesisir timur Riau, hutan ini
pada 1997 luasnya masih sejuta hektare. Kini hutan
gambut itu tinggal secuil.
Disadur dari: Tempo, 16 Juli 2006
Langkah-Langkah Menyampaikan Topik
Kata artikel tidak asing lagi bagi Anda. Anda dapat menemukan
artikel di koran atau majalah. Artikel merupakan bentuk karangan yang
membahas berbagai masalah. Masalah yang dibahas dalam artikel
masalah yang aktual. Artikel menyajikan informasi bagi pembaca. Artikel
berbentuk karangan deskripsi atau eksposisi. Dengan membaca artikel,
Anda diharapkan mengerti masalah yang dibahas.
Untuk menemukan topik artikel diperlukan langkah-langkah sebagai
berikut.
1. Membaca dan memahami artikel secara utuh.
2. Mencatat pokok-pokok isi artikel. Pokok-pokok isi artikel merupakan
sesuatu hal yang dibahas.
3. Mencatat topik dan pokok permasalahan yang dibahas dalam artikel.
4. Memberikan pendapat atau uraian beserta alasan terhadap topik yang
ditemukan.
5. Menyampaikan secara lisan topik artikel yang dibaca dengan alasan
perlunya membaca artikel tersebut.
B. Anda telah mencatat pokok-pokok isi artikel ” imba ambut Menanti Ajal”.
Sekarang lakukan kegiatan berikut!
1. Sampaikan isi artikel secara lisan dan ungkapkan pendapat Anda sendiri
mengenai artikel tersebut!
2. Kemukakan alasan Anda dengan data pendukung!
3. Buatlah rangkuman isi artikel!
Berbicara dapat merujuk ke:
- Pidato
- Pembicaraan umum, proses berbicara pada sekelompok orang
- Gaya pengucapan, bagaimana bagian tubuh yang terlibat dalam menghasilkan suara berjalan
- Peniruan berbicara, peniruan pembicaraan manusia oleh hewan berbicara terlatih
- Bahasa hewan, suara seperti nyanyian burung yang kadang-kadang disebut "berbicara"
- Perpaduan berbicara, produksi buatan atas pembicaraan manusia
Menjelaskan secara Lisan Uraian Topik Tertentu dari Hasil Membaca (Artikel atau Buku)
A. Pahami artikel berikut. Catatlah pokok-pokok isi artikel yang berjudul ” Rimba
Gambut Menanti Ajal”!
Rimba Gambut Menanti Ajal
Hutan gambut Sumatra terkikis hutan tanaman
industri. Ini bisa menjadi awal datangnya petaka banjir
asap dan kekurangan air. Kecemasan itu pelan-pelan
merasuki perkampungan Suku Akit di pedalaman
hutan Semenanjung Kampar, Riau. Aroma kekhawatiran
seperti meletup dari gubuk-gubuk buruk
di tengah hutan. Lelaki-lelaki perkasa dari suku itu
kini sering pulang berburu dengan wajah getir.
Tangan mereka kosong. Tak ada tangkapan, tiada
pula madu hutan.
Hutan yang didiami Ajib dan tetangga-tetangganya
beberapa tahun ini telah berubah. Ajib bercerita,
sudah beberapa tahun ini, ”kampungnya” alias hutan
gambut itu digangsir. Banyak yang datang dengan
membawa mesin-mesin gergaji. Lalu pelan-pelan
kicau burung pun tergantikan deru gergaji mesin.
Raungan gergaji itu juga mengganggu lebah-lebah
madu sialang. Itulah yang membuat kehidupan 380
keluarga suku Akit kian pahit.
Itu baru sebagian ancaman. Ancaman lainnya
adalah ”kampung” Ajib itu mulai dikeruk tanahnya
dan dibangun parit-parit besar agar air di tanah
gambut mengering. Gambut memang tanah yang
penuh tumpukan ranting yang tak terurai sempurna
selama puluhan tahun sehingga strukturnya seperti
spons atau busa yang mengandung banyak air.
Dengan parit, air di tanah gambut akan mengering
dan bisa disulap menjadi hutan akasia yang menjadi
bahan baku pabrik kertas dan bubur kertas.
Pohon ditebang, tanah dipapras, membuat
”kampung” suku Akit kian sempit. Akibatnya, sudah
banyak yang mengungsi ke pedalaman Taman
Nasional Bukit Tiga Puluh di Indragiri Hilir.
Kampung Akit dan hutan gambut di
Semenanjung Kampar adalah hutan yang kalah.
Menurut data Jaringan Kerja Penyelamat Hutan Riau
(Jikalahari), di hutan itu kini sedikitnya ada tujuh perusahaan
besar yang tiap hari mengerahkan mesinmesin
penebang. Sebagian perusahaan itu
menebang pohon untuk diolah menjadi bubur kertas.
Untuk memenuhi pasokan bahan bakunya, ada
perusahaan yang mengubah hutan gambut alam
menjadi hutan dengan tanaman yang seragam atau
dikenal sebagai hutan tanaman industri (HTI).
Kerusakan itu belum termasuk kerusakan yang
ditimbulkan 52 persen penduduk sekitar hutan yang
ikut-ikutan menebangi hutan.
3 Teks Mendengarkan (halaman 242)
28 Pelajaran II Frasa dan Klausa
Tergerusnya hutan gambut ini membuat waswas
para pencinta lingkungan. Menurut data World Wild
Fund (WWF) Indonesia, luas hutan dan lahan gambut
di Indonesia mencapai 20 juta hektare. Empat juta
hektare di antaranya ada di Riau. Salah satu hutan
gambut Riau yang terkenal adalah Semenanjung
Kampar, kampung Suku Akit. Pada 1990-an hutan
ini tercatat sebagai salah satu yang terluas di
Sumatra. Membujur di pesisir timur Riau, hutan ini
pada 1997 luasnya masih sejuta hektare. Kini hutan
gambut itu tinggal secuil.
Disadur dari: Tempo, 16 Juli 2006
Langkah-Langkah Menyampaikan Topik
Kata artikel tidak asing lagi bagi Anda. Anda dapat menemukan
artikel di koran atau majalah. Artikel merupakan bentuk karangan yang
membahas berbagai masalah. Masalah yang dibahas dalam artikel
masalah yang aktual. Artikel menyajikan informasi bagi pembaca. Artikel
berbentuk karangan deskripsi atau eksposisi. Dengan membaca artikel,
Anda diharapkan mengerti masalah yang dibahas.
Untuk menemukan topik artikel diperlukan langkah-langkah sebagai
berikut.
1. Membaca dan memahami artikel secara utuh.
2. Mencatat pokok-pokok isi artikel. Pokok-pokok isi artikel merupakan
sesuatu hal yang dibahas.
3. Mencatat topik dan pokok permasalahan yang dibahas dalam artikel.
4. Memberikan pendapat atau uraian beserta alasan terhadap topik yang
ditemukan.
5. Menyampaikan secara lisan topik artikel yang dibaca dengan alasan
perlunya membaca artikel tersebut.
B. Anda telah mencatat pokok-pokok isi artikel ” imba ambut Menanti Ajal”.
Sekarang lakukan kegiatan berikut!
1. Sampaikan isi artikel secara lisan dan ungkapkan pendapat Anda sendiri
mengenai artikel tersebut!
2. Kemukakan alasan Anda dengan data pendukung!
3. Buatlah rangkuman isi artikel!
Langganan:
Postingan (Atom)
KISI-KISI SOAL BAHASA INDONESIA kelas XI
RINGKASAN KOMPETENSI YANG DIUJI Majas dalam puisi Unsur intrinsik dan ekstrinsik puisi Teks drama (tokoh, konflik, latar, dialog) Kar...
-
Suka membaca resensi buku atau film sebelum menikmati suatu bacaan atau tayangan? Resensi dianggap penting sebelum kita memutuskan apa yang...
-
B. Membandingkan Karakterisasi dan Plot pada Hikayat dan Cerpen Membaca untuk menilai dan mengkritisi karakterisasi dan plot pada hikayat d...
-
Kisi-Kisi ASAS Bahasa Indonesia Kelas 11: 1. Memahami informasi dalam sebuah poster 2. Memahami isi, tujuan, dan pesan yang terkandung dal...