DATA SISWA YANG RESPON

Rabu, 26 Agustus 2026

Latihan Soal KELAS XI

  Jawablah pertanyaan di bawah ini. 

1. Pada teks di atas terdapat beberapa kosakata yang perlu dipahami artinya. 

Temukan arti kosakata berikut ini dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia kemudian gunakan kosakata tersebut untuk menyusun kalimat baru yang berbeda dengan yang ada di dalam teks. 

Kalian bisa menggunakan tautan (link) berikut untuk menemukan arti kata-kata tersebut: https://kbbi.kemdikbud.go.id 

a. basis 

b. komoditas 

c. replikasi 

d. rasional 

e. adaptasi 

f. inisiatif 

g. hayati 

2. Salah satu produk pangan lokal yang ada di wilayah Indonesia Timur adalah sagu. Mengapa sagu merupakan produk pangan lokal yang sangat menjanjikan pada masa mendatang? 

3. Apa saja upaya yang dilakukan untuk mengangkat jenis produk pangan sagu agar bisa diterima dan dikonsumsi oleh masyarakat? 

4. Mengapa sumber pangan lokal lebih ramah lingkungan? Jelaskan disertai bukti! 

5. Jika sagu adalah sumber pangan lokal di daerah Indonesia Timur seperti Papua dan Maluku, adakah sumber pangan lokal yang berasal dari daerahmu? Jelaskan bagaimana potensi sumber pangan lokal yang berasal dari daerah kalian tersebut dalam minimal delapan kalimat.

Jawaban di tulis di buku tulis difoto kirim di https://forms.gle/mBv4iv8UHGrvKRPM9

Latihan Soal KELAS X

 Latihan Soal

Carilah makna istilah-istilah berikut dengan menggunakan cara-cara di atas lalu buatlah kalimat lain dengan kata tersebut!

    1.    Abdomen

2.       2.    Bioindikator

3.       3.    Bioluminesence

4.        4.    Habitat

5.       5.    Membran

6.       6.    Nocturnal

7.       7.    Ooteka

8.       8.    Populasi

9.       9.    Predator

10.   10. Pronotum

 j    Jawaban di tulis di buku tulis kemudian di foto kirim di https://forms.gle/qombzG3MDeBEMq7H6

 

Minggu, 24 Mei 2026

KISI-KISI SOAL BAHASA INDONESIA kelas XI

 RINGKASAN KOMPETENSI YANG DIUJI

  • Majas dalam puisi
  • Unsur intrinsik dan ekstrinsik puisi
  • Teks drama (tokoh, konflik, latar, dialog)
  • Karya ilmiah (struktur, judul, latar belakang, rumusan masalah)
  • Daftar pustaka
  • Sudut pandang cerita
  • Nilai dan amanat teks

MateriIndikator SoalBentuk Soal
Majas dalam puisiMenentukan jenis majas pada larik puisiPG
Unsur puisi (suasana)Menentukan suasana dalam puisiPG
Teks karya ilmiahMenentukan ide pokok paragrafPG
Puisi (tema)Menentukan tema puisiPG
Kalimat utamaMenentukan kalimat utama paragrafPG
Teks drama (tema)Menentukan tema kutipan dramaPG
Teks drama (latar)Menentukan latar tempat dramaPG
Makna puisiMenentukan makna ungkapan dalam puisiPG
Nilai dalam puisiMenentukan nilai yang terkandung dalam puisiPG
Nilai moral puisiMenentukan nilai moral puisiPG
Amanat puisiMenentukan amanat puisiPG
Konflik dramaMenentukan konflik dalam dramaPG
Tokoh dramaMenentukan peran tokohPG
Penyelesaian konflikMenentukan cara penyelesaian konflikPG
Unsur dialog dramaMenentukan kalimat kerja samaPG
Unsur dialog dramaMenentukan kalimat motivasiPG
Karya ilmiahMenentukan sistematika karya ilmiahPG
Daftar pustakaMenentukan urutan penulisan daftar pustakaPG
Teks ilmiahMenentukan bagian karya ilmiahPG
Daftar pustakaMenentukan penulisan yang tepatPG
Puisi (tema)Menentukan tema puisiPG
Puisi (makna)Menentukan makna puisiPG
Puisi (maksud)Menentukan maksud puisiPG
Citraan puisiMenentukan larik imajiPG
Drama (tujuan)Menentukan tujuan pementasan dramaPG
Karya ilmiahMenentukan rumusan masalahPG
Judul karya ilmiahMenentukan penulisan judul tepatPG
PenelitianMenentukan objek penelitianPG
Judul karya ilmiahMenentukan judul tepatPG
Latar belakangMenentukan latar belakang masalahPG
Teks ilmiahMenentukan gagasan utamaPG
Drama (konflik)Menentukan konflik dramaPG
Sudut pandangMenentukan sudut pandang ceritaPG
Puisi (majas/larik)Melengkapi larik puisiPG
Tahapan karya ilmiahMenentukan urutan tahapan penelitianPG

MateriIndikator SoalBentuk
Simbol dalam puisiMenentukan makna simbolPGK
Unsur puisi (citraan)Menentukan larik motivasiPGK
Unsur intrinsik cerpenMenentukan unsur intrinsikPGK
Amanat cerpenMenentukan amanat ceritaPGK
Drama (teks samping)Menentukan petunjuk lakuPGK
Makna kata dalam puisiMenentukan makna kata “sekat”PGK
Karya ilmiahMenentukan masalah penelitianPGK
Karya ilmiahMenentukan dampak masalahPGK
Majas puisiMenentukan jenis majasPGK
Ciri puisiMenentukan ciri puisiPGK


Tokoh dalam drama

MateriIndikator
Jenis tokoh dramaMenjodohkan tokoh (protagonis, antagonis, tritagonis, figuran, campuran)

Kosakata KBBI

MateriIndikator
Makna kataMenjodohkan arti: kurator, hatarakibachi, autisme

Struktur puisi

MateriIndikator
Struktur puisiMenjodohkan struktur fisik, batin, dan kaidah kebahasaan

Diksi dan unsur puisi

MateriIndikator
Unsur puisiMenjodohkan diksi, puisi, imaji

Unsur intrinsik drama

MateriIndikator
Unsur dramaMenjodohkan amanat, dialog, latar


Selasa, 25 November 2025

KISI-KISI ASAS GANJIL BAHASA INDONESIA XII 2025

 KISI-KISI ASAS GANJIL
BAHASA INDONESIA XII

1.    Menentukan informasi dalam teks
2.    Menentukan tanya yang sesuai dengan informasi
3.    Menentukan kalimat yang mengandung pronomina
4.    Mengurutkan kalimat acak
5.    Melengkapi kalimat rumpang dengan konjungsi
6.    Menentukan makna kata
7.    Menentukan penokohan tokoh
8.    Menentukan kalimat fakta atau opini
9.    Menentukan kalimat yang menggunakan konjungsi temporal
10.    Menentukan bagian teks prosedur
11.    Menentukan kalimat yang menggunakan penanda wacana
12.    Menunjukkan kalimat deklaratif
13.    Menentukan ide pokok, hipotesis, kata khusus dalam teks bertema teknologi
14.    Menentukan makna konjungsi
15.    Menentukan jenis teks berdasarkan pola pengembangan
16.    Memperbaiki kata yang tidak baku
17.    Menentukan opini yang sesuai dengan teks
18.    Menentukan struktur resensi
19.    Menentukan karakter/watak tokoh
20.    Menentukan unsur intrinsik

Kisi-Kisi ASAS Bahasa Indonesia Kelas XI TAHUN 2025

 Kisi-Kisi ASAS Bahasa Indonesia Kelas 11:
1. Memahami informasi dalam sebuah poster
2. ⁠Memahami isi, tujuan, dan pesan yang terkandung dalam sebuah teks argumentasi
3. ⁠Mengidentifikasi fakta dan opini dalam teks argumentasi
4. ⁠Mengidentifikasi ide pokok dalam teks argumentasi
5. ⁠Menunjukkan unsur yang terkandung dalam teks argumentasi
6. ⁠Memahami isi, tujuan, dan pesan yang terkandung dalam teks berita
7. ⁠Mengingentifikasi ide pokok dalam teks berita
8. ⁠Menunjukkan unsur yang terkandung dalam teks berita
9. ⁠Memahami dan menunjukkan unsur intrinsik dalam sebuah cerpen
10. ⁠Memahami dan menunjukkan unsur ekstrinsik dalam sebuah cerpen

KISI-KISI ASAS GANJIL BAHASA INDONESIA X 2025

 KISI-KISI ASAS GANJIL
BAHASA INDONESIA X

1.    Menentukan struktur teks LHO
2.    Menentukan isi teks LHO
3.    Menentukan pernyataan yang tidak sesuai/sesuai
4.    Menentukan persamaan/perbedaan dari kedua teks yang tersaji
5.    Melengkapi paragraph rumpang dengan frasa
6.    Mengurutkan kalimat acak
7.    Menentukan kalimat yang bukan fakta
8.    Menentukan kata ganti
9.    Menginterpretasi teks
10.    Memperbaiki kalimat agar efektif
11.    Menentukan makna tersirat teks anekdot
12.    Menentukan topik teks anekdot
13.    Menentukan kelucuan teks anekdot
14.    Menyimpulkan isi teks anekdot
15.    Menentukan kalimat retoris
16.    Menentukan majas yang sesuai
17.    Menentukan aspek yang dikritik dari anekdot
18.    Menentukan sindiran dari infografis
19.    Menentukan karakteristik teks hikayat
20.    Menentukan kemustahilan teks hikayat
21.    Menentukan watak tokoh
22.    Menentukan nilai yang terkandung dalam hikayat
23.    Menemukan kata arkais
24.    Menentukan inti hikayat
25.    Menentukan kalimat kompleks dan simpleks
26.    Menentukan jenis cerita rakyat: mite, sage, legenda, hikayat, fabel

 

Selasa, 04 November 2025

DARING KELAS X

 B. Membandingkan Karakterisasi dan Plot pada Hikayat dan Cerpen

Membaca untuk menilai dan mengkritisi karakterisasi dan plot pada hikayat dan cerpen. Dapat pula
mengaitkannya dengan nilai-nilai kehidupan yang berlaku pada masa lalu dan sekarang.

Hikayat si Miskin
 

Asalnya raja kayangan dan jadi demikian karena disumpahi oleh Batara Indera. Terlantar di negeri Antah Berantah dan keduanya sangat dibenci orang. Setiap kali mereka mengemis di pasar dan
kampung mereka dipukuli dan diusir hingga ke hutan. Oleh yang demikian, tinggallah dua suami-istri itu di hutan memakan batang kayu dan buah-buahan. 

Hatta beberapa lamanya maka istri si Miskin itu pun hamillah tiga bulan lamanya. Maka istrinya menangis hendak makan buah mempelam yang ada di dalam taman raja itu. Maka suaminya itu pun terketukkan hatinya tatkala ia di Keinderaan menjadi raja tiada ia mau beranak. Maka sekarang telah mudhorot. Maka baharulah hendak beranak seraya berkata kepada istrinya, “Ayo, hai Adinda. Tuan hendak membunuh kakandalah rupanya ini. Tiadakah tuan
tahu akan hal kita yang sudah lalu itu? Jangankan hendak meminta barang suatu, hampir kepada kampung orang tiada boleh.” 

Setelah didengar oleh istrinya kata suaminya demikian itu
maka makinlah sangat ia menangis. Maka kata suaminya, “Diamlah tuan, jangan menangis! Berilah kakanda pergi mencaharikan tuan buah mempelam itu, jikalau dapat oleh kakanda akan buah
mempelam itu kakanda berikan pada tuan.” Maka istrinya itu pun diamlah. Maka suaminya itu pun
pergilah ke pasar mencahari buah mempelam itu. Setelah sampai di orang berjualan buah mempelam maka si Miskin itu pun berhentilah di sana. Hendak pun dimintanya takut ia akan dipalu
orang. Maka kata orang yang berjualan buah mempelam, “Hai miskin. Apa kehendakmu?”

Maka sahut si Miskin, “Jikalau ada belas dan kasihan serta rahim tuan akan hamba orang miskin hamba ini minta diberikan yang sudah terbuang itu. Hamba hendak memohonkan buah mempelam tuan yang sudah busuk itu barang sebiji sahaja tuan.” 

Maka terlalu belas hati sekalian orang pasar itu yang
mendengar kata si Miskin. Seperti hancurlah rasa hatinya. Maka ada yang memberi buah mempelam, ada yang memberikan nasi, ada yang memberikan kain baju, ada yang memberikan buah-buahan. Maka si Miskin itu pun heranlah akan dirinya oleh sebab diberi orang pasar itu berbagai-bagai jenis pemberian. Adapun akan dahulunya jangankan diberinya barang suatu hampir pun tiada boleh. Habislah dilemparnya dengan kayu dan batu. Setelah sudah ia berpikir dalam hatinya demikian itu maka ia pun kembalilah ke dalam hutan mendapatkan istrinya. 

Maka katanya, “Inilah Tuan, buah mempelam dan segala buah-buahan dan makan-makanan dan kain baju. Itupun di-injakkannyalah istrinya seraya menceriterakan hal ihwalnya tatkala ia di pasar itu. Maka istrinya pun menangis tiada mau makan jikalau bukan buah mempelam yang di dalam taman raja itu. “Biarlah aku mati sekali.” Maka terlalulah sebal hati suaminya itu melihatkan akan ke- lakuan istrinya itu seperti orang yang hendak mati. Rupanya tiadalah berdaya lagi. Maka suaminya itu pun pergilah menghadap Maharaja
Indera Dewa itu. Maka baginda itu pun sedang ramai dihadap oleh segala raja-raja. 

Maka si Miskin datanglah. Lalu masuk ke dalam sekali. Maka titah baginda, “Hai Miskin, apa kehendakmu?”
Maka sahut si Miskin, “Ada juga tuanku.” Lalu sujud kepalanya lalu diletakkannya ke tanah, “Ampun Tuanku, beribu-ribu ampun tuanku. Jikalau ada karenanya Syah Alam akan patuhlah hamba
orang yang hina ini hendaklah memohonkan buah mempelam Syah Alam yang sudah gugur ke bumi itu barangkali Tuanku.” Maka titah baginda, “Hendak engkau buatkan apa buah mem-
pelam itu?” Maka sembah si Miskin, “Hendak dimakan, Tuanku.” Maka titah baginda, “Ambilkanlah barang setangkai berikan kepada si Miskin ini”. Maka diambilkan oranglah diberikan kepada si Miskin itu. Maka diambillah oleh si Miskin itu seraya menyembah kepada baginda itu. Lalu keluar ia berjalan kembali. Setelah itu maka baginda pun berangkatlah masuk ke dalam istananya. 

Maka segala raja-raja dan menteri hulubalang rakyat sekalian itu pun masing-masing pulang ke rumahnya. Maka si Miskin pun sampailah kepada tempatnya. Setelah dilihat oleh istrinya akan
suaminya datang itu membawa buah mempelam setangkai. Maka ia tertawa-tawa. Seraya disambutnya lalu dimakannya. Maka adalah antaranya tiga bulan lamanya. Maka ia pun me-nangis pula hendak makan nangka yang di dalam taman raja itu juga. Demikian juga si Miskin mendapat nangka di kebun raja itu untuk istrinya yang mengidam itu Adapun selama istrinya si Miskin hamil maka banyaklah
makan-makanan dan kain baju dan beras padi dan segala perkakas- perkakas itu diberi orang kepadanya. Dan pada ketika yang baik dan saat yang sempurna, pada malam empat belas hari bulan maka bulan itu pun sedang terang- tumerang maka pada ketika itu istri si Miskin itu pun beranaklah
seorang anak lelaki terlalu amat baik parasnya dan elok rupanya. Anak itu dinamakan Marakarmah, artinya anak di dalam kesukaran. Hatta maka dengan takdir Allah Swt. menganugerahi kepada
hambanya. Maka si Miskin pun menggalilah tanah hendak berbuat tempatnya tiga beranak itu. Maka digalinyalah tanah itu hendak mendirikan tiang teratak itu. Maka tergalilah kepada sebuah telaju yang besar berisi emas terlalu banyak. Maka istrinya pun datanglah melihat akan emas itu. Seraya berkata kepada suaminya, “Adapun akan emas ini sampai kepada anak cucu kita sekalipun tiada habis dibuat belanja.” Ia menjadi kaya dan menempah barang-barang keperluannya- kendi, lampit, utar-utar, pelana kuda, keris, dan sebagainya. Sekembalinya dari menempah barang-barang itu dia mandi
berlimau, menimang anaknya dan berseru, “Jikalau sungguh- sungguh anak dewa-dewa hendak menerangkan muka ayahanda ini, jadiIah negeri di dalam hutan ini sebuah negeri yang
lengkap dengan kota, parit dan istananya serta dengan menteri, hulubalang, rakyat sekalian dan segala raja-raja di bawah baginda, betapa adat segala raja-raja yang besar!” Kabul permintaan itu dan si Miskin menjadi raja bertukar nama Maharaja Indera Angkasa dan istrinya bertukar nama Ratna Dewi dan negeri itu dinamakan Puspa Sari.
(Sumber: Bunga Rampai Melayu Kuno, 1952, dengan penyesuaian) 

video Hikayat Si Miskin

https://www.youtube.com/watch?v=2-Nk18fl5Us

TUGAS KLIK DI  BAWAH INI


https://forms.gle/bSB5H16v2T6dEsFVA

Senin, 03 November 2025

DARING KELAS XI

Suka membaca resensi  buku atau film sebelum menikmati suatu bacaan atau tayangan? Resensi dianggap penting sebelum kita memutuskan apa yang ingin kita baca atau tonton. Apakah isi dari buku atau tayangan menarik, kelebihan dan kekurangan dari peresensi dianggap penting agar

Resensi adalah penilaian terhadap sebuah karya yang dapat memberikan gambaran mengenai suatu isi  karya, agar dapat memberikan pertimbangan kepada pembaca/penonton untuk ikut menikmati atau tidak.

 

 



Kegiatan 2 Analisislah struktur resensi di atas dengan menjawab
pertanyaan-pertanyaan di bawah ini.

Bekerjalah dalam kelompok yang terdiri atas 4-5 siswa untuk menjawab
pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan teks resensi di atas.
1. Bagaimana penulisan judul yang baik sesuai dengan contoh judul pada resensi di atas?
2. Setelah judul terdapat identitas buku. Apa saja yang bisa dituliskan pada identitas buku?
3. Menurut kalian, apa isi dari paragraf 1? Berikan penjelasan disertai dengan bukti!
4. Paragraf 2 berisi tentang kelebihan buku dan buktinya. Tunjukkan mana kalimat yang menunjukkan kelebihan buku tersebut dan apa saja bukti yang diberikan oleh penulis?
5. Paragraf 3 berisi tentang kelemahan buku dan buktinya. Tunjukkan mana kalimat yang menunjukkan kelemahan buku tersebut dan apa saja bukti yang diberikan oleh penulis?
6. Paragraf 4 berupa penutup. Jelaskan apa saja yang bisa kita tuliskan pada bagian penutup ini? Berikan bukti secukupnya!
7. Dengan demikian, bisa disimpulkan struktur penulisan resensi terdiri atas 6 bagian. Sebutkan keenam bagian tersebut!

KLIK DI BAWAH INI UNTUK MENJAWABNYA

https://forms.gle/ecEUJiM3NXYwsNYo8



Jumat, 14 Maret 2025

Sumatif TengahSemester ( STS) Kelas X

 

Menyimak teks negosiasi dengan akurat, kritis, dan
reflektif (Jawaban ditulis di buku kemudian di foto dan diupload)


Membeli Laptop Baru
Rudi: “Yah, Rudi dengar Ayah baru membelikan ponsel baru ya untuk Wati,” tanya Rudi.
Ayah: “Iya Rud, kenapa? Jangan bilang kamu juga mau, ponsel kamu kan masih bagus,” jawab Ayah sembari menaikkan alisnya.
Rudi: “Nggak kok, Yah. Iya, ponsel Rudi masih bagus kok, tapi …”
Ayah: “Wah, gawat nih kalau ada tapinya,” potong Ayah.
Rudi: “Lebih gawat Rudi, Yah. Belakangan, tugas kuliah semakin banyak dan membutuhkan banyak aplikasi untuk menyelesai kannya, sementara laptop Rudi lambat, Yah.”
Rudi meneruskan pembicaraannya.
Ayah: “Jangan bilang kamu mau minta dibelikan laptop baru.”
Rudi: “Iya, Yah. Karena tugas Rudi selalu terhambat. Lagi pula, laptop ini memang sudah cukup berumur, dari Rudi kelas 10 SMA. Padahal, program studi Rudi juga memang membutuhkan laptop yang lebih cepat, Yah. Rudi kan belajar desain. Aplikasi 3D itu membutuhkan daya komputasi tinggi, Yah”
Ayah: “Wah, kamu ini memang bisa saja, tapi kan ayah baru membelikan ponsel untuk adikmu. Uang ayah nanti habis, Rud.” 
Rudi: “Pembelian laptop baru tidak harus hari ini kok. Tetapi, Ayah bisa mulai buat rencana anggarannya dari sekarang. Ayah bisa mulai sisihkan dari pengeluaran per bulan.”
Ayah: “Wah, kamu pintar juga ya.”
Rudi: “Iya dong. Oh, ya, untuk membantu, Ayah juga bisa memakai tabungan Rudi kok.”
Ayah: “Oh ya? Ayah coba pikir-pikir dulu ya.”
Rudi: “Coba Ayah pertimbangkan, suatu nanti mungkin Wati juga akan meminta laptop baru pelajaran TIK. Kebutuhan laptop untuk pelajaran TIK tidak seberat belajar desain. Jadi, kalau Ayah membelikan laptop baru untuk Rudi, laptop yang ini bisa diberikan ke Wati kan, Yah. Jadi, Ayah tidak usah membelikan Wati laptop lagi untuk pelajaran TIK.”
Ayah: “Ya, sudah kalau begitu. Ayah akan belikan, tapi…”
Rudi: “Janji, Yah. Rudi akan belajar dengan sungguh-sungguh,” jawab Rudi memotong perkataan Ayah.
Ayah: “Kamu itu… bukan itu maksud Ayah. Kamu kan sudah duduk di perguruan tinggi. Itu sih sudah menjadi kewajiban kamu sendiri untuk sadar akan pentingnya untuk belajar dengan sungguh-sungguh.”
Rudi: “Oh, iya, Yah. Hehe.. kalau begitu apa, Yah?”
Ayah: “Tapi nanti ya, Ayah anggar kan untuk menabung dulu mulai gajian bulan depan dan kamu harus tepati janji mau meng ajari Wati untuk meng gunakan laptop.”
Rudi: “Siap Pak!” jawab Rudi sambil sedikit bercanda.

Jawablah pertanyaan berikut ini didasarkan pada isi teks di atas.

1. Siapakah kedua belah pihak yang terlibat dan apa kepentingan tiaptiap pihak dalam teks tersebut?
2. Siapa yang mengajukan permintaan dalam teks tersebut? Jelaskan apa alasannya!
3. Menurut kalian, apakah permintaan tersebut disampaikan dengan alasan-alasan yang tepat? Jelaskan!
4. Jika kalian berposisi sebagai pihak yang mengajukan permintaan dalam teks tersebut, apa saja alasan-alasan yang dapat kalian tambahkan untuk menguatkan permintaan kalian?
5. Menurut kalian, apakah bahasa yang digunakan saat menyampaikan per minta an dalam teks tersebut sudah cukup baik dan santun? Jelaskan alasannya!
6. Pada akhirnya, apakah permintaan tersebut dikabulkan? Jelaskan apa alasannya!
7. Apakah ada persyaratan tertentu agar permintaan tersebut dikabulkan? Jelaskan!
8. Apakah akhirnya terjadi kesepakatan antara kedua belah pihak? Jelaskan apa saja kesepakatannya!
9. Menurut kalian, apakah kesepakatan yang terjadi menguntungkan kedua pihak? Jelaskan apa saja keuntungan untuk keduanya!
10. Menurut pendapat kalian, apa saja yang perlu diperhatikan agar kedua belah pihak dapat mencapai kesepakatan? Jelaskan!

Senin, 13 Maret 2023

PHB 2023

Soal PHB Bahasa Indonesia Kelas XI  

Waktu : 11.30 - 12.30

1. Apa saja sistematika penulisan proposal kegiatan?

2. Apa saja sistematika penulisan proposal penelitian? 

3. Apa saja ciri ciri karya ilmiah populer? 

4. Karya ilmiah semiformal yang terdiri dari apa saja? 

5. Karya ilmiah formal yang terdiri dari apa saja? 

6. Bagaimana cara membuat judul karya ilmiah? 

Jawaban dikirim di  

https://forms.gle/h7dsbiQFeYUyMeVx7

 

Sabtu, 20 Agustus 2022

KELAS XI IPA4

 Tuliskan  hasil  telaah  kelompokmu  dalam  format  penilaian  seperti
berikut ini pada lembar terpisah atau buku kerjamu!

Kiat Menata Rambut Pendek


Gaya  rambut  bob  pendek  kini  mulai disukai  lagi.  Meski  terlihat  sederhana, untuk  gaya  rambut  seperti  itu  juga diperlukan  perawatan  yang  benar.  Ada beberapa  langkah  dan  cara  yang  harus kamu  lakukan  untuk  merawat  rambut pendek dengan baik, yaitu sebagai berikut.
 

1. Keringkan dengan Handuk
Banyak  orang  yang  mengeringkan rambut pendeknya dengan cara mengacakacaknya  dengan  handuk  agar  air  cepat meresap. Padahal cara ini bisa membuat rambut mudah patah. Keringkan rambut sambil dipijat perlahan.
2. Gunakan Produk Styling
Gunakan produk stylingdan perawatan rambut seperti serum untuk menyehatkan akar rambut. Produk perawatan rambut yang alami akan membuat rambut kamu terlihat bersinar dan indah. Rambut juga tampak halus dan memberikan extra glow. Pastikan menggunakannya di batang rambut.
3. Blow drydari Akar Rambut Terlebih Dahulu
Saat akan melakukan blow drypada rambut pendek kamu, pastikan
memulainya dari akar rambut. Gunakan sisir sikat bulat dan pengering
rambut, lalu arahkan hair dryerke bagian akar. Gunakan sisir dengan
ukuran  yang  benar  karena  sikat  yang  lebih  besar  akan  memberikan
sedikit kurva ke gaya rambut bob kamu.
4. Tambahkan kesan bervolume (terisi penuh)
Kembangkan dan blow dryrambut bagian depan untuk mendapatkan
kesan  bervolume.  Dengan  begitu,  rambut  kamu  akan  terlihat  terisi
penuh.
(Sumber: Surat Kabar Kompas dengan pengubahan

Kamis, 09 September 2021

XI IPA5, Kamis, 9 September 2021

 

Kegiatan 2
Menelaah Kebahasaan Teks Eksplanasi

 

      Berdasarkan  kaidah  kebahasaan  secara  umum,  teks  eksplanasi  sama dengan kaidah pada teks prosedur. Sebagai teks yang berkategori faktual (nonsastra),  teks  eksplanasi  menggunakan  banyak  kata  yang  bermakna denotatif.
     Sebagai  teks  yang  berisi  paparan  proses,  baik  itu  secara  kausalitas maupun  kronologis,  teks  tersebut  menggunakan  banyak  konjungsi kausalitas ataupun kronologis.
a.  Konjungsi  kausalitas,  antara  lain, sebab,  karena,  oleh  sebab  itu,  oleh karena itu,sehingga.
b. Konjungsi kronologis (hubungan waktu), seperti kemudian, lalu, setelah itu, pada akhirnya.
 

     Teks  eksplanasi  yang  berpola  kronologis  juga  menggunakan  banyak keterangan waktu pada kalimat-kalimatnya. 

Berikut contohnya.
     Pada bulan keempat, muka telah kian tampak seperti manusia. Dalam bulan kelimarambut-rambut mulai tumbuh pada kepala. Selama bulan keenam, alis dan bulu mata timbul. Setelah tujuh bulan,fetus mirip kulit orang tua dengan kulit merah berkeriput. Selama bulan kedelapan dan kesembilan, lemak  ditimbun  di  bawah  kulit  sehingga  perlahan-lahan menghilangkan sebagian keriput pada kulit. Kaki membulat. Kuku keluar pada ujung-ujung jari. Rambut asli rontok dan terus menjadi sempurna dan siap dilahirkan. 

     Berkenaan  dengan  kata  ganti  yang  digunakannya,  teks  eksplanasi langsung merujuk pada jenis fenomena yang dijelaskannya, yang bukan berupa persona. Kata ganti yang digunakan untuk fenomenanya itu berupa kata  benda,  baik  konkret  maupun  abstrak,  seperti demonstrasi,  banjir, gerhana, embrio, kesenian daerah; dan bukan kata ganti orang, seperti ia, dia, mereka. Karena objek yang dijelaskannya itu berupa fenomena, tidak berbentuk  personal  (nonhuman  participation),  dalam  teks  eksplanasi  itu pun ditemukan banyak kata kerja pasif. Hal itu seperti kata-kata berikut: terlihat, terbagi, terwujud, terakhir, dimulai, ditimbun, dandilahirkan.
     Di  dalam  teks  itu  pun  dijumpai  banyak  kata  teknis  atau  peristilahan, sesuai dengan topik yang dibahasnya. Apabila topiknya tentang kelahiran, istilah-istilah biologi yang muncul. Demikian pula apabila topiknya tentang kesenian daerah, istilah-istilah budaya sering digunakan. Apabila topiknya tentang fenomena kebaikan BBM, istilah ekonomi dan sosial akan sering muncul.

Tugas
1.  Kerjakanlah  secara  mandiri.  Untuk  berlatih,  tulislah  masingmasing lima contoh kalimat yang menggunakan konjungsi kausalitas,
kronologi,  dan  yang  berketerangan  waktu.  Kamu  bisa  mengerjakan
tugas ini pada google forms!


https://forms.gle/UFZ8JJUY9TM7L3Kj7

Latihan Soal KELAS XI

  Jawablah pertanyaan di bawah ini.  1. Pada teks di atas terdapat beberapa kosakata yang perlu dipahami artinya.  Temukan arti kosakata ber...